
PENANGANAN: Dokter bersama tim medis menangani CJH yang menjalani rawat inap di KKHI PPIH Daker Madinah. Kemarin (14/5) seorang CJH meninggal dunia karena serangan jantung.
Laporan Aris Imam Masyhudi, dari Madinah
JawaPos.com – Sesaat setelah menjalankan ibadah salat Asar di Masjid Nabawi pada Senin (13/5) petang, Upan Supian keluar dari pintu nomor 4. Tiba-tiba calon jemaah haji (CJH) asal Garut yang baru sehari tiba di Madinah itu ambruk.
Jemaah berusia 71 tahun tersebut mendapat perawatan dari petugas di kawasan masjid dan tim emergensi medis sektor (TEMS).
Namun, takdir berkata lain. Sekitar satu jam kemudian, dia berpulang ke Rahmatullah. Tim dokter menyatakan Upan meninggal akibat cardiovascular disease atau serangan jantung.
Upan menjadi CJH pertama yang meninggal sejak musim haji 2024. Kemenag sudah menerima certificate of death (CoD) atau surat keterangan kematian almarhum dari pemerintah Arab Saudi. ”Kami juga telah menandatangani surat izin untuk pemakaman almarhum,” kata Kepala Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi.
Nantinya, lanjut Ali, jenazah mendapat fasilitas badal haji oleh petugas yang disiapkan PPIH Arab Saudi. Dengan begitu, dia tetap menyandang status telah berhaji.
Sejak awal kedatangan CJH gelombang pertama di Madinah, kondisi kesehatan para jemaah memang cukup menjadi perhatian. Selain sudah ada CJH yang meninggal, jumlah jemaah yang membutuhkan penanganan medis mulai mengalir. Berdasar data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) wilayah Madinah hingga kemarin (14/5) pukul 15.00 waktu Arab Saudi (WAS), sudah ada 26 CJH yang mendapat perawatan di klinik tersebut.
Dari jumlah itu, enam pasien sempat masuk ruang rawat inap. Tiga di antaranya akhirnya dipulangkan setelah kondisinya dianggap membaik. Dua lainnya masih dirawat. Satu lagi dirujuk ke rumah sakit.
Kabid Kesehatan KKHI PPIH Arab Saudi dr Indro Murwoko menjelaskan, mayoritas CJH yang sempat dirawat di klinik mengalami gangguan kesehatan ringan. ”Sebagian besar sudah bisa pulang. Namun, kami minta agar menjaga kondisinya,” katanya.
Sementara itu, sebagian pasien lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga menjalani rawat inap.
Dia menjelaskan, sejak tiba di Tanah Suci, para jemaah itu memang memiliki masalah kesehatan. Mulai hipertensi, vertigo, hingga masalah lain. Selain itu, ada faktor lain yang membuat kondisi para jemaah tersebut drop, yakni menahan buang air di sepanjang perjalanan mereka di dalam pesawat. ”Padahal, hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pasien,” jelasnya.
Baca Juga: Beberapa Jemaah Batalkan Keberangkatan, Kemenag Siapkan Penerbitan Visa Ulang Untuk CJH Pengganti
Bahas Distribusi Daging Dam Haji
Pemerintah sedang menyiapkan tiga skenario pengelolaan daging dam atau denda jemaah haji Indonesia. Prioritas utamanya adalah daging dam tersebut bisa masuk secara lancar ke Indonesia. Tujuannya, berkontribusi mengatasi persoalan gizi di tengah masyarakat.
Pembahasan soal pengelolaan daging dam jemaah haji itu disampaikan Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan. Dia mengatakan, dam merupakan konsekuensi karena Indonesia memilih haji tamattu. Yaitu, mendahulukan umrah dibandingkan haji. ’’Dendanya menyembelih satu ekor kambing atau domba atau bisa juga dengan berpuasa,’’ kata Rizaludin kemarin (14/5). (ris/wan/mia/c7/oni)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
