Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juni 2023 | 21.53 WIB

Indonesia Usul Empat Perbaikan Layanan Haji, Tambah Bandara hingga Penetapan Kuota Lebih Awal

KERJA SAMA INTERNASIONAL: Konjen RI di Jeddah Eko Hartono memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan OKI di Jeddah kemarin (13/6). - Image

KERJA SAMA INTERNASIONAL: Konjen RI di Jeddah Eko Hartono memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan OKI di Jeddah kemarin (13/6).

Laporan langsung dari Makkah: Eko Priyono-Abdi D. Noor

JawaPos.com – Indonesia mengikuti pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah kemarin (13/6). Pada pertemuan itu, Indonesia menyampaikan empat usulan perbaikan layanan haji.

Delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut dipimpin Konjen RI di Jeddah sekaligus Duta Besar OKI Eko Hartono. Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam juga turut serta.

Dalam pertemuan itu, Konjen RI mengapresiasi sejumlah perbaikan layanan yang dijalankan pada musim haji tahun ini. Selain itu, ada beberapa usulan dari Indonesia. ”Kami mengusulkan penambahan bandara kedatangan di Saudi selain Jeddah dan Madinah,” kata Nasrullah. Bandara baru yang bisa digunakan adalah bandara di Thaif dan Yanbu’.

Menurut dia, penambahan bandara baru bisa memangkas lama tinggal jemaah menjadi 30–35 hari. Saat ini masa tinggal jemaah haji adalah 40 hari. Ketika masa tinggal jemaah haji bisa dikepras, pembiayaan haji juga bisa lebih ditekan.

Usulan berikutnya adalah urusan pelaksanaan bio visa dalam pemvisaan jemaah. Menurut dia, pada pelaksanaannya terjadi kendala perekaman sidik jari jemaah sehingga berdampak pada proses visa secara keseluruhan. Indonesia mengusulkan bio visa dilakukan dengan perekaman retina mata.

Usulan ketiga adalah perluasan layanan fast-track atau jalur cepat. Saat ini layanan itu hanya diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta. Indonesia mengusulkan layanan fast-track diperluas di embarkasi lainnya. Usulan berikutnya adalah penetapan kuota bisa dilakukan lebih awal.

Sementara itu, seiring dengan terus berdatangannya jemaah di Makkah, kondisi di Masjidilharam semakin padat. Aktivitas umrah wajib yang dilakoni jemaah juga semakin menantang. Tidak jarang, jemaah melakukan aktivitas atau ibadah umrah wajib tersebut pada malam atau dini hari. Kondisi itu menjadi perhatian penting bagi petugas layanan perlindungan jemaah (linjam).

Kepala Seksi Linjam Daker Makkah Rizal Kani menjelaskan, personel linjam turun memantau di kawasan Masjidilharam. (*/wan/c14/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore