
Ilustrasi: Xiaomi Mi 10. (Gizchina).
JawaPos.com - Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse mengungkapkan tantangan dan strategi Xiaomi dalam menghadapi krisis chip yang menjadi isu di dunia teknologi dan otomotif selama dua tahun belakangan ini.
"(Kelangkaan) chip mempengaruhi semua industri. Namun, sekarang sepertinya sudah cenderung stabil. Nanti di Q2, Q3, dan Q4, diharapkan akan lebih sedikit supply-driven market daripada demand-driven market dimana kami meluncurkan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen," kata Tse, dikutip pada Rabu (16/3).
Ia menambahkan, secara global, kelangkaan ini bisa berdampak berbulan-bulan ke banyak tempat atau perusahaan. Tse berharap, di bulan-bulan ke depan, ketersediaan chip bisa lebih stabil dan mendorong perusahaan untuk memberikan produk terbaik.
"Produk yang demand-centric atau sesuai minat konsumen (akan menjadi fokus kami). Jika kita fokus ke supply-centric, nanti kalau produknya tidak diminati, malah akan berdampak besar karena stok menumpuk tapi tidak ada demand. Sehingga, kami terus berusaha membuat produk dengan spesifikasi dan formula yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Tse.
Baru-baru ini, Xiaomi meluncurkan ponsel kelas midrange-nya yaitu Redmi Note 11 Series, yang terdiri dari tiga perangkat yaitu Redmi Note 11, Redmi Note 11 Pro, dan Redmi Note 11 Pro 5G.
Xiaomi Indonesia terbilang terlambat untuk merilis Redmi Note 11 series di pasar Indonesia, mengingat Xiaomi telah merilis perangkat ini secara global pada Januari lalu. Tahun lalu, ketika Xiaomi merilis Redmi Note 10 pada Maret 2021, Xiaomi Indonesia langsung mengenalkan ponsel tersebut pada akhir bulan yang sama.
"Mengapa kita launching sekarang? Jawabannya adalah kami ingin memastikan kalau kami siap dari sisi supply chain dan steady sebelum meluncurkan produk ini," kata Tse.
"Selanjutnya, dari roadmap dan experience kami juga ingin siap dari sisi itu, dan market-nya. Market di tahun lalu tidak se-siap sekarang. Sehingga, dari pertimbangan-pertimbangan itu, lebih baik kami siap dan menghadirkan perangkat dengan kualitas bagus daripada meluncurkannya terburu-buru," imbuhnya.
Redmi Note 11 Series menghadirkan spesifikasi dan fitur yang lebih kuat di sistem kamera, kecepatan pengisian daya, tampilan, dan SoC (System-on-a-Chip), yang membuat kinerja smartphone ini lebih bertenaga untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna di pasar Indonesia akan smartphone yang berperforma luar biasa.
Perangkat berbanderol mulai dari Rp 2,4 jutaan. Redmi Note 11 dapat di pre-order sejak Selasa (15/3) melalui mi.com dan beberapa e-commerce seperti Shopee dan Akulaku, atau dapat mengunjungi Erafone dan Xiaomi Store di seluruh Indonesia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
