
Wearable Microsoft Band 2.
JawaPos.com - Persaingan di segmen perangkat seluler dan wearable selalu memaksa perusahaan untuk berupaya mencari ide-ide baru yang inovatif. Tak terkecuali Microsoft. Raksasa perangkat lunak itu baru saja mematenkan wearable terbaru yang diklaim dapat membantu pengidap parkinson untuk hidup lebih baik lagi.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Gizchina, Senin (17/12), Microsoft telah memunculkan beberapa ide menarik tentang perangkat yang dapat membantu pengidap parkinson dengan wearable Microsoft Band generasi terbaru. Wearable tersebut dikatakan dapat melacak volume maksimum oksigen (VO2 max).
Paten baru soal wearable tersebut baru saja diterbitkan United States Patent and Trademark Office (USPTO) dengan judul ‘Wearable Device’ dan diajukan pada Juni 2017 lalu. Meski sudah mendapatkan paten, tampaknya perusahaan masih harus melakukan sejumlah ide dan perbaikan sebelum perangkatnya benar-benar dapat digunakan oleh pengidap parkinson.
Paten yang ada menjelaskan bahwa wearable tersebut memiliki array konduktor di jantung sistemnya. Konduktor akan bekerja sama dengan sensor khusus. Tujuannya untuk melakukan yang terbaik dalam mengurangi atau menstabilkan gerakan tak sadar di sendi yang berdekatan atau bahkan seluruh anggota badan pengidap parkinson.
Implementasi ini dikatakan bakal membawa beberapa manfaat bagi orang yang menderita parkinson dan banyak kondisi kesehatan lainnya. Perusahaan juga memastikan bahwa perangkat yang dilengkapi baterai itu mampu setidaknya satu hari penggunaan tanpa gangguan.
Protokol komunikasi lain seperti WiFi dan Bluetooth juga akan dimasukkan dalam paket. Perangkat ini juga akan dapat terhubung dengan smartphone, sehingga pengguna akan mendapatkan kemampuan pelacakan dan pelaporan penggunanya yang mengidap parkinson. Namun sayang, belum jelas akan seperti apa bentuk pelaporan dari hasil pemantauan wearable tersebut dan bagaimana implementasinya bagi pengguna.
Penting diketahui, pengertian penyakit parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Parkinson sendiri termasuk yang menjadi penyebab dari mendiang mantan presiden Amerika Serikat (AS) ke-41 George Herbert Walker Bush atau Bush Senior tidak bisa banyak beraktivitas di hari tuanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
