
Photo
JawaPos.com - Semua ponsel cerdas BlackBerry klasik yang menjalankan versi OS BlackBerry tidak akan lagi berfungsi untuk panggilan, pesan teks, data, dan fungsi darurat mulai 4 Januari 2022. Dengan kata lain, era kejayaan BlackBerry resmi mati dan semua perangkat ponselnya tidak bisa digunakan.
BlackBerry sendiri sudah mengumumkan berita tersebut pada September 2020 sebagai bagian dari pergeseran perusahaan yang lebih luas untuk fokus pada keamanan siber dan solusi perusahaan.
“Sebagai tonggak lain dalam perjalanan BlackBerry, kami akan mengambil langkah-langkah untuk menonaktifkan layanan lama untuk BlackBerry 7.1 OS dan sebelumnya, perangkat lunak BlackBerry 10, BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan versi sebelumnya, dengan akhir masa pakai atau tanggal penghentian 4 Januari 2022," kata perusahaan saat itu.
BlackBerry sendiri pernah menjadi raksasa industri smartphone, tetapi itu berubah setelah Apple memperkenalkan iPhone pada 2007 dan kemudian menjungkirbalikkan pasar. Satu dekade setelah iPhone diluncurkan, pangsa pasar smartphone BlackBerry secara efektif terhapus.
Membuktikan kejayaan BlackBerry dikutip dari BusinesInsider, merek dengan nama populer BB itu pernah memimpin sebagai raja smartphone dan menjual lebih dari 50 juta unit pada puncaknya yakni 2011 lalu. Pada suatu waktu, BlackBerry juga pernah menguasai 50 persen pasar smartphone di Amerika Serikat (AS) dan 20 persen secara global. Dengan angka tersebut, ponsel BlackBerry sempat sangat massif dan ada di mana-mana.
Akan tetapi, permintaan terus menurun dengan cepat, dan pada 2016 lalu sebagai puncaknya, BlackBerry resmi berhenti memproduksi ponselnya sendiri. Jadi apa yang terjadi? BlackBerry sendiri sempat melakukan beberapa upaya untuk masuk kembali ke pasar smartphone selama bertahun-tahun dengan menjual smartphone berbasis Android yang menjalankan sistem operasinya sendiri.
Namun, perangkat tersebut gagal mencapai adopsi arus utama, membuat BlackBerry mengumumkan bahwa perusahaan akan fokus pada perangkat lunak keamanan siber ketimbang membuat perangkat keras.
Tidak lakunya ponsel BlackBerry di pasaran walaupun sudah sempat berusaha "berdamai" dengan Android, dinilai oleh banyak pihak lantaran gagal beradaptasi dengan tren yang ada. Sempat meluncurkan ponsel baru berbasis Android, BlackBerry tetap mempertahankan kehadiran keyboard fisik QWERTY-nya.
Hal inilah yang disebut membuat ponsel BB tak laku lagi. BB dinilai kolot lantaran enggan beradaptasi dengan tren yang ada saat itu yang terbukti bertahan sampai sekarang yakni ponsel dengan hadirnya layar penuh tanpa keyboard fisik.
Kemudian, yang juga membuat BB sulit bertahan adalah merek tersebut dinilai terlalu segmented. Enggan membuka diri dengan tren pasar yang lebih luas yang justru akhirnya saat ini banyak digarap dan sukses oleh nama-nama baru.
Laman StartUpTalky menilai BB hanya fokus membuat produk untuk segmentasi tertentu seperti selebriti, pengusaha, dan kalangan eksekutif. Kalangan tersebut menggunakan BlackBerry karena awalnya dinilai memiliki keamanan end-to-end yang kuat seperti pada BlackBerry Messenger.
Fitur PDA canggih dalam BlackBerry yang sangat membantu dalam bisnis, juga adanya layanan email juga dinilai membantu namun sangat segmented. Hal ini yang membuat segera setelah penjualan iPhone meningkat, BlackBerry kehilangan target pasar dan kepentingannya yang sangat besar hanya dalam waktu singkat.
Software atau OS yang ada juga menjadi salah satu alasan kenapa BB akhirnya mati. Saat itu, iOS dan akhirnya Android yang lebih baru dianggap lebih fresh, lebih menyenangkan dan lebih fleksibel alih-alih OS yang dikemas BB. Itulah sedikit alasan kenapa BB akhirnya mati.
Untuk pelanggan yang masih menggunakan smartphone BlackBerry klasik, perusahaan memberikan beberapa informasi tentang bagaimana penonaktifan 4 Januari dapat berdampak dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mempersiapkannya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
