
Xiaomi mengumumkan HyperOS, sistem operasi baru pengganti MIUI.
JawaPos.com - Xiaomi mengumumkan peluncuran sistem operasi atau OS barunya yang bernama HyperOS. Dibuat Xiaomi untuk menggantikan MIUI, HyperOS mulai menjangkau konsumen sejak akhir Oktober lalu, ketika smartphone wearable, dan perangkat TV terbaru Xiaomi mulai dijual di Tiongkok.
Salah satu fitur utama HyperOS adalah penerjemah aplikasi 32-bit bawaannya, yang diklaim lebih baik dari dukungan asli generasi sebelumnya. Kemudian, Xiaomi Zhang Guoquan mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa HyperOS baru mendukung terjemahan aplikasi 32-bit.
Penerjemah ini, yang disebut Tango, memungkinkan aplikasi 32-bit berjalan pada prosesor ARM 64-bit, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dukungan asli generasi sebelumnya. Dengan Tango, pengguna dapat terus menggunakan aplikasi 32-bit favorit mereka di perangkat Xiaomi baru mereka, meskipun aplikasi tersebut belum diperbarui untuk mendukung prosesor 64-bit.
Untuk mencegah aplikasi pihak ketiga mogok dan masalah yang tidak dapat digunakan, Xiaomi mengembangkan serangkaian mesin CampatEngine. Mereka dapat secara aktif mengadaptasi aplikasi pihak ketiga tanpa bergantung pada pengembang aplikasi pihak ketiga. Xiaomi mengklaim bahwa lebih dari 90% aplikasi yang belum diadaptasi dapat digunakan secara normal dengan mesin ini.
Seperti sudah disinggung di atas, HyperOS adalah sistem operasi baru yang dikembangkan oleh Xiaomi yang dirancang untuk menggantikan MIUI, sistem operasi perusahaan sebelumnya. Inti dari sistem HyperOS baru dibentuk oleh Linux dan sistem Xiaomi Vela yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi.
Sistem baru ini dirancang agar lebih ringan dan lancar dibandingkan MIUI, dengan fokus pada kinerja dan masa pakai baterai. Xiaomi telah menyatakan bahwa HyperOS harus lebih cepat dan lebih responsif daripada MIUI, dan juga harus lebih efisien dalam hal masa pakai baterai.
Fitur lain yang diharapkan oleh para penggemar Xiaomi di HyperOS adalah pengurangan bloatware. MIUI telah dikritik di masa lalu karena banyaknya aplikasi pra-instal yang disertakan dengan sistem. Dengan HyperOS, pengguna mengharapkan pengalaman Android yang lebih banyak, dengan lebih sedikit penyesuaian dan aplikasi pra-instal.
Xiaomi juga pernah dikritik karena ketepatan waktu pembaruannya. Dengan HyperOS, pengguna mengharapkan pembaruan yang lebih tepat waktu dari Xiaomi. Ini adalah sesuatu yang dijanjikan Xiaomi untuk dihadirkan dengan sistem operasi baru.
Fitur lain yang diharapkan pengguna di HyperOS adalah pengalaman Android yang lebih banyak. Artinya, sistem harus memiliki lebih sedikit penyesuaian dan aplikasi pra-instal, serta menawarkan pengalaman Android yang lebih murni.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
