Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 20.46 WIB

Bank of Japan Tahan Suku Bunga di 1 Persen, Isyaratkan Kenaikan Lagi karena Risiko Inflasi

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda (tengah) bersama anggota Dewan Kebijakan bank sentral lainnya menghadiri hari kedua rapat kebijakan moneter yang berlangsung selama dua hari di kantor pusat Bank of Japan di Tokyo pada Jumat, 31 Juli 2026. (Kyodo) - Image

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda (tengah) bersama anggota Dewan Kebijakan bank sentral lainnya menghadiri hari kedua rapat kebijakan moneter yang berlangsung selama dua hari di kantor pusat Bank of Japan di Tokyo pada Jumat, 31 Juli 2026. (Kyodo)

JawaPos.com – Bank of Japan (BOJ) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 1 persen pada Jumat (31/7), setelah sebelumnya menaikkannya ke level tertinggi dalam 31 tahun. Meski demikian, bank sentral Jepang memberi sinyal bahwa pengetatan kebijakan moneter masih mungkin dilakukan dalam waktu dekat seiring meningkatnya tekanan inflasi.

Seperti dilansir Kyodo, Jumat (31/7), keputusan tersebut diambil setelah rapat kebijakan moneter selama dua hari. BOJ juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang untuk tahun fiskal 2026 sekaligus memperingatkan bahwa inflasi berpotensi meningkat lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Dalam laporan prospek ekonomi triwulanannya, BOJ memperkirakan indeks harga konsumen akan terus meningkat. Kenaikan itu dipicu oleh perusahaan-perusahaan yang mulai meneruskan kenaikan upah ke harga jual barang dan jasa, ditambah tingginya harga minyak mentah serta melemahnya nilai tukar yen.

Bank sentral Jepang menyatakan pelemahan yen yang sempat berada di level terendah terhadap dolar Amerika Serikat dalam lebih dari 39 tahun akan mendorong kenaikan harga, terutama untuk barang-barang tahan lama. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, BOJ menilai meningkatnya permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga berpotensi menaikkan harga semikonduktor dan berbagai komponen elektronik lainnya. Faktor tersebut diperkirakan ikut mempercepat laju inflasi di Jepang.

BOJ menegaskan akan menyesuaikan waktu dan kecepatan normalisasi kebijakan moneternya dengan mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah, pergerakan pasar valuta asing, serta permintaan global terhadap teknologi AI. Ketiga faktor itu dinilai menjadi penentu utama arah inflasi ke depan.

Dalam laporannya, BOJ memperkirakan inflasi akan meningkat hingga berada jelas di atas target 2 persen mulai paruh kedua tahun fiskal 2026. Bank sentral juga mengingatkan terdapat risiko inflasi bergerak lebih tinggi dari sasaran stabilitas harga yang telah ditetapkan.

Di sisi pertumbuhan ekonomi, BOJ menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto Jepang untuk tahun fiskal 2026 menjadi 0,6 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,5 persen. Meskipun konflik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan menekan aktivitas ekonomi, meningkatnya permintaan global terhadap AI diyakini akan menopang pertumbuhan.

Untuk tahun fiskal 2027, BOJ juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,8 persen dari sebelumnya 0,7 persen. Bank sentral memperkirakan dampak negatif tingginya harga minyak akan berkurang dan siklus positif dari peningkatan pendapatan menuju kenaikan konsumsi akan semakin menguat.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga pangan segar diperkirakan mencapai 2,5 persen pada tahun fiskal 2026, lebih rendah dibandingkan proyeksi 2,8 persen pada April lalu. Namun untuk tahun fiskal 2027, BOJ justru menaikkan proyeksi inflasi inti menjadi 2,4 persen dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore