
Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melawan arus dari sejumlah sentimen negatif global mulai dari kekhawatiran investor terhadap ecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta meningkatnya konflik bersenjata di Timur Tengah.
Hans mengatakan penguatan IHSG tersermin dari aksi beli bersih (net buy) investor asing di pasar reguler senilai Rp 1,2 triliun dengan total volume perdagangan mencapai Rp 13,2 triliun pada perdagangan kemarin Jumat (17/7).
“Di tengah pelemahan hebat bursa global akibat memanasnya konflik Timur Tengah dan ketakutan risiko bubble teknologi AI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mencatatkan penguatan signifikan,” ujar Hans dari pesan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (20/7).
Hans menyebut, penguatan ini menandai momentum pembalikan arah yang sangat dinantikan setelah pasar modal Indonesia didera arus keluar dana asing (capital outflow) selama berbulan-bulan, meskipun secara akumulatif tekanan jual jangka panjang masih membayangi dengan catatan net foreign sell.
Sentimen positif pada pasar saham domestik ini utamanya ditopang oleh sentimen reformasi pasar modal yang konkret dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI menyempurnakan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) dengan menambahkan indikator baru berupa dampak harga (price impact).
Dia mengatakan, regulasi baru dari IDX ini berhasil meningkatkan jumlah saham dalam kategori HSC menjadi 51 emiten, sekaligus menjadi jawaban langsung yang konkret atas kekhawatiran transparansi yang sempat diungkapkan oleh MSCI.
“Implementasi reformasi pasar diyakini menjadi bukti kuat dan katalis positif bagi para pengelola dana global menjelang tinjauan atau review indeks MSCI pada bulan November mendatang,” ujarnya.
Lanjutnya, penguatan IHSG berbanding terbalik dengan adanyakekhawatiran pelaku pasar saham terhadap potensi bubble sektor teknologi khususnya AI telah memicu aksi jual masif yang menjatuhkan harga saham semikonduktor di berbagai bursa dunia.
Menurutnya, tingginya belanja modal (CapEx) perusahaan teknologi raksasa yang didanai oleh utang tanpa diimbangi kepastian arus pendapatan masa depan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
