Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 16.21 WIB

Bursa Global Tertekan Isu AI dan Perang, IHSG Justru Kebanjiran Capital Inflow

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melawan arus dari sejumlah sentimen negatif global mulai dari kekhawatiran investor terhadap ecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta meningkatnya konflik bersenjata di Timur Tengah.

Hans mengatakan penguatan IHSG tersermin dari aksi beli bersih (net buy) investor asing di pasar reguler senilai Rp 1,2 triliun dengan total volume perdagangan mencapai Rp 13,2 triliun pada perdagangan kemarin Jumat (17/7).

“Di tengah pelemahan hebat bursa global akibat memanasnya konflik Timur Tengah dan ketakutan risiko bubble teknologi AI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mencatatkan penguatan signifikan,” ujar Hans dari pesan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (20/7).

Hans menyebut, penguatan ini menandai momentum pembalikan arah yang sangat dinantikan setelah pasar modal Indonesia didera arus keluar dana asing (capital outflow) selama berbulan-bulan, meskipun secara akumulatif tekanan jual jangka panjang masih membayangi dengan catatan net foreign sell.

Sentimen positif pada pasar saham domestik ini utamanya ditopang oleh sentimen reformasi pasar modal yang konkret dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI menyempurnakan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) dengan menambahkan indikator baru berupa dampak harga (price impact).

Dia mengatakan, regulasi baru dari IDX ini berhasil meningkatkan jumlah saham dalam kategori HSC menjadi 51 emiten, sekaligus menjadi jawaban langsung yang konkret atas kekhawatiran transparansi yang sempat diungkapkan oleh MSCI.

“Implementasi reformasi pasar diyakini menjadi bukti kuat dan katalis positif bagi para pengelola dana global menjelang tinjauan atau review indeks MSCI pada bulan November mendatang,” ujarnya.

Lanjutnya, penguatan IHSG berbanding terbalik dengan adanyakekhawatiran pelaku pasar saham terhadap potensi bubble sektor teknologi khususnya AI telah memicu aksi jual masif yang menjatuhkan harga saham semikonduktor di berbagai bursa dunia.

Menurutnya, tingginya belanja modal (CapEx) perusahaan teknologi raksasa yang didanai oleh utang tanpa diimbangi kepastian arus pendapatan masa depan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore