Ilustrasi:Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (16/7), setelah sebelummya ditutup menguat 23 poin menjadi Rp 18.068 per dollar AS pada perdagangan Rabu (15/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri.
"Untuk perdagangan (16/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.060-Rp 18.110," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/7).
Ibrahim mengatakan sentimen domestik yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini adalah meningkatnya kebutuhan pembiayaan utang pemerintah seiring dengan pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menurutnya, kebutuhan penarikan utang baru secara bruto pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1.768 triliun. Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan defisit sekaligus pembiayaan anggaran sebesar Rp 689,15 triliun yang terdiri atas pembiayaan utang neto Rp 832,21 triliun dan pembiayaan nonutang Rp 143,06 triliun.
Namun, berdasarkan outlook pemerintah, defisit APBN 2026 diproyeksikan melebar menjadi Rp 734,32 triliun. Sejalan dengan itu, kebutuhan pembiayaan anggaran juga meningkat dengan pembiayaan utang neto diperkirakan mencapai Rp 868,12 triliun.
Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi kewajiban pembayaran pokok utang yang jatuh tempo sekitar Rp 900 triliun sepanjang tahun ini. Dengan tambahan pembiayaan utang neto serta dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kewajiban utang berdenominasi valuta asing, posisi utang pemerintah diperkirakan meningkat hingga sekitar Rp 10.600 triliun pada akhir 2026.
Selain itu, Bank Indonesia melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2026 mencapai USD 444,4 miliar atau tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 2,0 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
