
Gedung Bank Tabungan Negara (BTN) Jakarta. (Istimewa).
JawaPos.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025. Kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit perumahan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi nasional.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, laba bersih perseroan tumbuh 16,4 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 3 triliun. Menurutnya, fokus BTN pada pembiayaan perumahan serta penguatan efisiensi bisnis menjadi faktor utama pendorong kinerja.
“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 dengan tetap menjaga kualitas kredit. Kredit perumahan masih menjadi tulang punggung kinerja perseroan,” ujar Nixon dalam keterangannya, Senin (9/2).
Hingga akhir 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian BTN tumbuh 11,9 persen (yoy) menjadi Rp400,57 triliun. Dari jumlah tersebut, kredit sektor perumahan mendominasi dengan nilai Rp328,4 triliun atau tumbuh 7,5 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada segmen KPR, BTN mencatatkan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10 persen (yoy) menjadi Rp191,18 triliun. Sementara itu, KPR Non-Subsidi meningkat 6,7 persen (yoy) menjadi Rp113,04 triliun hingga akhir Desember 2025.
Selain volume kredit, perbaikan profitabilitas juga terlihat dari peningkatan pendapatan bunga. Sepanjang 2025, pendapatan bunga BTN naik 23 persen (yoy) menjadi Rp36,33 triliun. Di sisi lain, beban bunga relatif terkendali dan hanya naik 0,4 persen (yoy) menjadi Rp17,91 triliun. Kondisi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih melonjak 57,5 persen menjadi Rp18,42 triliun.
Nixon menuturkan, pengelolaan portofolio kredit yang lebih selektif serta upaya memperoleh pendanaan berbiaya murah turut meningkatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BTN menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, dari 2,9 persen pada tahun sebelumnya. “Kami terus memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pendanaan. Hasilnya, margin dan laba perseroan meningkat signifikan,” jelasnya.
Selanjutnya, Nixon menjelaskan bahwa BTN juga mencatatkan pertumbuhan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross turun menjadi 3,1 persen, disertai peningkatan pencadangan dengan NPL coverage mencapai 123,9 persen. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 20,9 persen, mencerminkan posisi permodalan yang kuat untuk menopang ekspansi bisnis ke depan.
Ke depan, BTN optimistis kinerja kredit perumahan masih akan menjadi penggerak utama pertumbuhan. Nixon menegaskan, perseroan akan terus menjalankan strategi Beyond Mortgage untuk memperkuat posisi BTN sebagai bank konsumer yang menyediakan solusi keuangan terintegrasi, sekaligus mendukung program perumahan nasional.
“Dengan fundamental yang kuat dan fokus pada sektor perumahan, BTN optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
