
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. (istimewa)
JawaPos.com – Di tengah gejolak pasar modal yang belakangan bikin investor harap-harap cemas, Danantara Indonesia ternyata sudah lebih dulu pasang posisi. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa badan investasi tersebut telah mulai masuk ke pasar modal sejak akhir tahun 2025.
Tak disampaikan sudah mengalir di emiten mana saja. Tetapi Pandu mengakui bahwa langkah strategis Danantara untuk berinvestasi di pasar modal itu dilakukan diam-diam.
“Kita dari akhir tahun lalu sudah mulai masuk setiap hari ke pasar modal. Kita sudah berinvestasi. Tapi ya kami diam-diam aja lah,” ujar Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1).
Bukan tanpa alasan, ia menilai transparansi yang berlebihan dalam strategi investasi justru bisa memicu reaksi pasar yang tidak diinginkan.
“Karena kan kalau info semua juga, you know the market,” tukasnya.
Untuk diketahui, jauh sebelumnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara telah diminta oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyedia likuiditas atau liquidity provider untuk pasar modal. Dalam hal ini, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar meminta Danantara untuk ikut memperkuat likuiditas pasar modal dengan jadi investor institusional.
Untuk diketahui, liquidity provider saham adalah anggota bursa efek yang telah mendapat persetujuan dari Bursa dan mempunyai kewajiban untuk melakukan kuotasi. Dalam hal ini proses memasukkan penawaran jual dan permintaan beli Efek secara berkelanjutan atas saham tertentu dalam daftar Efek Liquidity Provider Saham guna mendukung terciptanya likuiditas perdagangan saham tersebut.
Merespons hal itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir buka suara bahwa terkait permintaan tersebut pihaknya masih dalam tahap diskusi. Namun ia tak menampik, dividen yang akan diperoleh Danantara dalam waktu dekat akan diinvestasikan kembali dalam bentuk lain. Salah satunya, dalam bentuk saham.
"Ini kita memang sedang diskusikan, kan kalau pasar modal itu dibagi dua dari bond dan juga equity. Tentu kita lihatlah dari hasil dividen kita parking di mana, bisa aja salah satunya di saham," kata Pandu saat ditemui di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, usai menghadiri IPO FORE Coffee, Senin (14/4).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dividen dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru akan diterima Danantara pada akhir bulan ini. Setelah diterima, pihaknya akan memutuskan dividen tersebut akan diparkirkan dimana.
"Kita dividen baru akhir bulan ini akan masuk ke kami, dari situ baru kita mulai alokasikan ke mana. Tentu yang paling cepat, pertama ya tentu di public market," tutupnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
