Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2019 | 23.40 WIB

PT Puradelta Lestari Catat Pendapatan Rp 1,04 Triliun Pada 2018

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta - Image

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta

JawaPos.com - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat pendapatan sebesar Rp 1,04 triliun sepanjang tahun 2018. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,34 triliun. Pendapatan ini paling besar dikontribusikan oleh penjualan lahan industri sebesar Rp859 miliar.


Direktur Independen PT Puradelta Lestari Tbk Tondy Suwanto, menjelaskan tahun 2018 merupakan tahun yang cukup menantang bagi sektor properti industri di Indonesia, terutama dengan dinamika politik di Indonesia yang cukup aktif sepanjang 2018 seperti pelaksanaan Pilkada Jawa Barat dan persiapan Pemilu 2019.


Di samping itu, Tondy Suwanto menambahkan bahwa dinamika situasi global juga masih tidak menentu di sepanjang tahun 2018. Dengan berbagai banyaknya ketidakpastian global maupun domestik yang terjadi, kebanyakan investor potensial, khususnya investor asing, memilih untuk mengamati dulu perkembangan di Indonesia sebelum mengambil keputusan.


“Hal tersebut tentunya mempengaruhi pencapaian pendapatan usaha Perseroan di tahun 2018”, ujarnya di Jakarta, Selasa (26/3).


Namun demikian, Tondy Suwanto menjelaskan bahwa permintaan lahan industri sudah mengalami peningkatan sejak akhir tahun 2018. Saat ini proses negosiasi dengan beberapa investor potensial sendiri sedang berjalan.


“Kami yakin bahwa Perseroan bisa meraih penjualan yang lebih baik di tahun 2019 ini”, tuturnya.


Segmen industri menyumbang 82,9 persen dari total pendapatan usaha Perseroan, sedangkan segmen hunian dan komersial masing-masing menyumbang 9,1 persen dan 6,5 persen dari total pendapatan usaha Perseroan. Sisanya sejumlah 1,5 persen pendapatan usaha Perseroan disumbangkan oleh segmen hotel dan sewa.


Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 581 miliar dengan marjin laba kotor sebesar 56,1 persen. Marjin laba kotor tersebut lebih rendah dibandingkan marjin laba kotor di tahun sebelumnya sebesar 61 persen karena pada tahun 2018 Perseroan membukukan penjualan atas lahan di zona industri yang baru dibuka dan dikembangkan, sehingga terjadi peningkatan beban pokok pendapatan.


Sementara di tingkat laba usaha, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 415 miliar di tahun 2018, lebih rendah dibandingkan laba usaha sebesar Rp 624 miliar di tahun 2017, seiring dengan menurunnya pendapatan usaha.


Adapun, keuntungan dari kegiatan pengelolaan dan lain-lain meningkat sebesar 210,3 persen dari Rp 23 miliar di tahun 2017 menjadi Rp 72 miliar di tahun 2018 seiring dengan meningkatnya aktivitas industri di kawasan industri GIIC di Kota Deltamas.


“Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp496 miliar dengan marjin laba bersih sebesar 47,9 persen,” imbuhnya.


Dari sisi fundamental, lanjutnya, jumlah aset Perseroan per 31 Desember 2018 tercatat Rp 7,50 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2017 sebesar Rp7,47 triliun. Posisi kas bersih Perseroan per 31 Desember 2018 adalah sebesar Rp 745 miliar. Perseroan tidak memiliki utang.


“Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial,” tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore