
Ilustrasi anak-anak memegang uang (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bayangkan seorang anak pulang sekolah dengan wajah lesu karena uang jajannya habis hanya dalam hitungan jam akibat es teh, camilan, dan mainan kecil. Situasi ini mungkin terdengar sepele, tetapi sebenarnya menjadi pintu masuk penting untuk mengajarkan anak tentang literasi keuangan sejak dini.
Mengelola uang mungkin terdengar sebagai keterampilan orang dewasa, tetapi kenyataannya, kemampuan ini justru sebaiknya ditanamkan sejak usia dini. Uang jajan bukan hanya sekadar bekal untuk membeli makanan, melainkan sarana belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan. Anak yang terbiasa mengatur uang jajannya dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.
Penelitian dari Edutopia menegaskan bahwa siswa yang mendapat pelajaran literasi keuangan di sekolah lebih mampu membuat anggaran, menabung, hingga menghindari utang di masa dewasa. Dengan kata lain, keterampilan sederhana seperti menyisihkan uang jajan bisa menjadi "investasi" berharga bagi kehidupan mereka kelak.
Di sisi lain, peran orang tua dan sekolah sangat menentukan. Studi yang diterbitkan di PMC/NCBI menunjukkan bahwa perilaku menabung, perilaku pengeluaran, serta keterlibatan orang tua dan sekolah adalah faktor utama pembentuk literasi keuangan anak usia 7–12 tahun. Kebiasaan kecil seperti mencontohkan cara menyimpan uang atau membelanjakannya dengan bijak jelas akan memberi dampak yang besar.
Lalu bagaimana praktiknya di rumah? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai orang tua:
1. Berikan Nominal Terukur
Hindari memberikan uang jajan berlebihan. Tetapkan jumlah tertentu agar anak belajar menyesuaikan pengeluaran. Misalnya, uang jajan mingguan akan melatih mereka mengatur agar cukup hingga akhir pekan.
2. Gunakan Metode Amplop atau Celengan
Uang bisa dibagi ke kategori sederhana, seperti "jajan harian", "tabungan", dan "hiburan". Celengan transparan atau amplop warna-warni akan membuat proses ini terasa seperti permainan yang menyenangkan.
3. Ajak Anak Berlatih di Dunia Nyata
Libatkan anak dalam kegiatan belanja di minimarket dengan anggaran terbatas. Biarkan mereka memilih barang, menghitung harga, dan memahami konsekuensi jika uang habis sebelum semua kebutuhan terpenuhi.
4. Bangun Kebiasaan Diskusi
Menurut temuan NEFE.org, anak-anak TK yang sering mendengar istilah keuangan di rumah seperti "menabung" atau "rekening" lebih cepat memahami konsep finansial. Maka, biasakan berbicara soal uang dalam percakapan sehari-hari.
5. Berikan Apresiasi
Saat anak berhasil menabung hingga mencapai tujuan tertentu, rayakan keberhasilannya. Pujian sederhana atau hadiah kecil dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus berdisiplin.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
