
Ilustrasi OJK. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kualitas kredit tetap terjaga. Tercermin dari rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,28 persen dan secara net di posisi 0,86 persen. Sementara itu low at risk (LAR) relatif stabil di angka 9,68 persen dibanding Juni lalu sebesar 9,73 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae juga menyebutkan bahwa ketahanan perbankan juga tetap kuat. Tecermin dari rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) di level tinggi sebesar 25,88 persen per Juli 2025. Ini menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.
"Kami terus memantau perkembangan dan tentu saja berkoordinasi dengan industri perbankan. Secara umum, infrastruktur perbankan masih terjaga dengan baik, sehingga diharapkan layanan keuangan bagi masyarakat dapat tetap berjalan optimal," jelas Dian dalam rapat dewan komisioner bulanan OJK, Kamis (4/9).
Dalam upaya untuk mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), OJK meminta lembaga jasa keuangan untuk memberikan kebijakan dan skema khusus dalam produk pembiayaan UMKM. Ketentuannya akan diterbitkan dalam waktu dekat.
Dian menjelaskan bahwa bagi debitur yang terkena dampak secara material dari situasi terkini dan berpengaruh terhadap kemampuan pembiayaan pinjamannya, bank juga didorong untuk dapat memberikan relaksasi pembiayaan pinjaman. "Antara lain melalui restrukturisasi dengan tetap memperhatikan prinsip perhatian dan perlindungan terhadap nasabah," terang mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya menjalankan strategi pemberdayaan UMKM secara komprehensif. Tak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat kemampuan usaha untuk tumbuh dan naik kelas.
"BRI mengintegrasikan layanan finansial, pelatihan, dan pendampingan usaha agar UMKM dapat memperluas pasar serta meningkatkan daya saing. Kami meyakini bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dibangun dari penguatan pelaku UMKM dari tingkat akar rumput," kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Minggu (7/9).
Hingga akhir Juni 2025, total kredit BRI mencapai Rp 1.416,6 triliun, tumbuh 6 persen year-on-year (YoY). Yang mana, sebesar 80,32 persen di antaranya atau senilai Rp 1.137,84 triliun disalurkan kepada UMKM. Diperkuat dengan inisiatif pemberdayaan yang mencakup 4.625 desa binaan, 41.217 klaster usaha, dan 54 Rumah BUMN.
Sinergi BRI bersama Pegadaian dan PNM dalam Holding Ultra Mikro (UMi) juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di akar rumput. Sampai akhir triwulan II 2025, Holding UMi telah melayani 34,7 juta debitur aktif. Dengan total pembiayaan mencapai Rp 631,9 triliun serta mengelola 126 juta rekening simpanan mikro.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga memperkuat dukungan UMKM melalui penyaluran kredit produktif dan layanan digital. Sejalan dengan kebijakan OJK yang tengah menyiapkan aturan baru. Target pembiayaan usaha rakyat itu juga wajib dicantumkan dalam rencana bisnis bank (RBB).
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo berharap kehadiran regulasi baru dapat memperkuat peran perbankan dalam memperluas akses pembiayaan. Sekaligus menjaga kualitas kredit.
"Dengan adanya kebijakan ini, bank-bank, termasuk BNI, akan semakin terdorong untuk menyalurkan pembiayaan yang lebih inklusif kepada UMKM," ucap Okki.
Pada semester I 2025, penyaluran kredit UMKM non kredit usaha rakyat (KUR) tumbuh 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp 44,4 triliun. Untuk menjaga kualitas kredit, BNI fokus pada sektor-sektor produktif. Seperti perdagangan, jasa, pertanian, industri, dan perikanan.
Strategi rantai pasok (supply chain) serta ekosistem close loop transaction andalan agar memastikan pasar dan arus kas UMKM lancar. Sekaligus membangun pendampingan jangka panjang.
BNI juga mendorong platform BNIdirect Bisnis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan digital UMKM. Yang simpel, cepat, dan terintegrasi. Layanan ini memberikan fleksibilitas tinggi yang disesuaikan dengan karakteristik usaha kecil.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
