Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 16.00 WIB

BPD jadi Lokomotif Ekonomi Daerah

Ilustrasi lambang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). - Image

Ilustrasi lambang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JawaPos.com - Bank Pembangunan Daerah (BPD) merupakan pilar penting penggerak ekonomi di wilayah. Sebagai lembaga intermediasi, penting untuk terus melakukan transformasi. Agar resilien, sehat, serta mengedepankan perlindungan nasabah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan, rata-rata pertumbuhan aset BPD sebesar 7,29 persen Year-on-Year (YoY). Sedangkan penyaluran kredit tumbuh 6,82 persen secara tahunan. Untuk dana pihak ketiga (DPK) naik 7,3 persen YoY.

"Menunjukkan daya tarik masyarakat terhadap BPD sebagai lembaga keuangan kepercayaan di daerah. Meski menghadapi keterbatasan struktural, BPD terbukti mampu menjaga kinerja intermediasi dan ketahanan perbankan dengan baik. Peran strategis BPD sebagai mitra pemerintah daerah menjadikannya lokomotif pembangunan dan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri," kata Dian, Selasa (26/8).

Sinergi dan Konsolidasi jadi Kunci

OJK mendorong sinergi antar BPD melalui pembentukan kelompok usaha bersama (KUB). Yang diharapkan dapat memperkuat resiliensi dan meningkatkan daya saing BPD melalui sinergi antara induk dengan anggota KUB. Seiring potensi untuk memperkuat struktur perekonomian daerah.

Penguatan peran BPD juga diharapkan dapat terlaksana dalam bentuk konsolidasi BPR yang dimiliki oleh pemerintah daerah/kota. Menurut Dian, transformasi BPD bukan lagi pilihan. Melainkan keharusan.

"Dengan dukungan pemegang saham, direksi, dan dewan komisaris, BPD diharapkan mampu mewujudkan sebagai regional champion melalui sinergi, kolaborasi, dan berinovasi demi memperkuat perekonomian daerah sekaligus menopang daya saing nasional," harapnya.

Perkuat Infrastruktur Keamanan Siber

Dian menekankan pentingnya perhatian khusus dari pemegang saham dan pengurus BPD untuk melakukan investasi infrastruktur dan sumber daya teknologi informasi. Terutama dalam aspek keamanan dan ketahanan siber. OJK melalui Panduan Digital Resilience telah menyediakan kerangka yang dapat digunakan bank untuk meningkatkan aspek keamanan siber dan daya tahan bisnis secara menyeluruh.

"Agar bank mampu tetap beroperasi, beradaptasi, dan bertahan menghadapi disrupsi maupun perubahan mendadak dalam dunia usaha," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore