Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 23.35 WIB

Asuransi atau Investasi Duluan? Ini Kata Perencana Keuangan untuk Generasi Muda

Perencana Keuangan Olivia Louise. (Istimewa). - Image

Perencana Keuangan Olivia Louise. (Istimewa).

JawaPos.com - Dalam dunia perencanaan keuangan, perdebatan mengenai mana yang lebih penting antara asuransi dan investasi kerap mencuat. Olivia Louise, seorang Certified Financial Planner yang juga aktif berbagi edukasi finansial untuk generasi muda, menegaskan bahwa proteksi finansial harus menjadi prioritas utama sebelum memulai investasi.

“Oke kalau berdasarkan ilmu perencanaan keuangan sebenarnya kita berpatokan pada piramida keuangan. Paling bawah itu kita ngomongin fondasi. Fondasinya itu ada 2. Level 1-nya itu adalah kita punya arus kas yang positif dulu. Level 2 fondasinya adalah dana darurat dan proteksi. Level 3-nya baru investasi,” ujar Olivia kepada wartawan selepas acara peluncuran Asuransi Jiwa Smile Critical Ultima Care (SECURE) oleh PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life), Kamis (17/7).

Ia mencontohkan pentingnya proteksi lewat pengalaman pribadi di lingkungan sekitarnya. “Percuma kita misalnya langsung berinvestasi, kayak contoh nih ada pengalaman tetangga aku udah siapin dana pendidikan anak tapi gak punya proteksi. Ketika misalnya terkena sakit, apalagi sakit berat, ujung-ujungnya cuma cairin investasinya aja,” katanya.

Olivia mengingatkan bahwa asuransi dan investasi sebaiknya berjalan beriringan, karena keduanya saling melengkapi. “Kalau kita meninggal, terkena sakit kritis, anak-anak bisa sekolah dari uang pertanggungan, asuransi jiwa, dan sakit kritis. Kalau kita sehat, anak-anak bisa sekolah dari uang investasi kita,” jelasnya.

Untuk Gen Z, Olivia memberikan tips pengelolaan keuangan yang relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, meski banyak anak muda yang belum menikah, proteksi tetap diperlukan. “Terutama asuransi kesehatan. Supaya kalau mereka sakit, paling tidak mereka tuh gak mesti ganggu-ganggu dana darurat,” katanya.

Ia juga menyoroti realita bahwa banyak anak muda kini ikut menanggung biaya hidup orang tuanya. “Kebayang gak sih, kalau misalkan si pencari nafkah utama alias si Gen Z ini terkena penyakit kritis atau meninggal duluan, lebih dulu dari orang tuanya, kira-kira orang tuanya melanjutkan kehidupannya seperti apa,” tuturnya.

Peluncuran Asuransi Jiwa Smile Critical Ultima Care (SECURE) oleh PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life), Kamis (17/7). (Istimewa).

Soal pengeluaran untuk proteksi seperti asuransi yang sering dianggap tidak terlihat hasilnya, Olivia mengajak anak muda mengubah sudut pandang. “Aku gak mau sebut sebagai pengeluaran, tapi ini adalah tabungan atau apapun yang kita simpan, yang kita pakai kalau kita menghadapi sesuatu yang tidak kita duga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa saat mindset hidup untuk jangka panjang mulai tertanam, seseorang akan lebih rela menyisihkan uang untuk proteksi. “Toh zaman sekarang juga kan banyak asuransi yang sebenarnya gak ilang juga setelah kita bayar mau dia sehat, atau dia gak sehat,” katanya.

Terkait masalah polis yang kerap lapse akibat ketidakkonsistenan, Olivia memberi perbandingan sederhana. “Kamu punya tabungan, misalnya Rp1 miliar aja gitu, atau Rp100 juta deh, geser Rp10 juta-nya buat jadi uang pertanggungan asuransi, itu justru malah nambahin tabungan kan di kemudian hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan risiko terbesar justru terjadi saat seseorang tidak memiliki jaring pengaman keuangan sama sekali. “Jadi kalau misalnya takut laps, mana yang lebih beresiko kalau kita nggak punya safety net, tiba-tiba terjadi resiko kehidupan,” tandas Olivia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore