
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kiri) menyampaikan konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (17/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI Thomas Djiwandono menyatakan bahwa New Development Bank (NDB) yang digagas negara-negara BRICS tidak akan berkembang menjadi lembaga dominan seperti Dana Moneter Internasional (IMF) atau Bank Dunia. Hal itu ia sampaikan menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto di Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu.
"Kami sangat welcome, kami mengajak NDB untuk membantu terutama di infrastruktur, pembiayaan infrastruktur, dan itu menjadi beberapa item yang kita bicarakan dengan baik di BRICS maupun di NDB-nya sendiri," katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (5/7).
Menurut Thomas, pendekatan tata kelola BRICS yang mengedepankan kesetaraan dan saling menghormati posisi masing-masing negara membuat karakter NDB berbeda dari lembaga-lembaga keuangan global yang selama ini ada. Ia menilai kekhawatiran sejumlah analis bahwa NDB akan mendominasi seperti IMF tidak berdasar.
"Saya nggak melihat seperti itu, karena cara governance BRICS itu sangat berbeda. BRICS selalu respect terhadap posisi masing-masing negara," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia menyambut baik keberadaan NDB dan melihatnya sebagai mitra potensial dalam mendukung pembiayaan infrastruktur nasional. Dalam beberapa bulan terakhir, kata Thomas, telah terjalin komunikasi intensif, termasuk pertemuan para pemimpin negara dengan Presiden NDB di Jakarta.
"Kami sangat welcome, kami mengajak NDB untuk membantu terutama dalam pembiayaan infrastruktur. Itu jadi salah satu topik yang kita bicarakan baik di BRICS maupun langsung dengan NDB," kata Thomas.
Terkait daftar proyek yang berpotensi dibiayai NDB, ia menyebut hal itu berada di ranah Kementerian Investasi, sementara Kementerian Keuangan mendukung dari sisi proses dan koordinasi kebijakan. "NDB benar-benar melihat potensi investasi di proyek-proyek kita, tidak ada intervensi negara lain. Jadi, saya rasa ini murni kerja sama yang saling menguntungkan," katanya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
