
Rupiah dalam sepekan ini mendekati angka Rp 15.000 per USD. Meski demikian, keperkasaan mata uang Garuda bakal terus teruji seiring labilnya pasar finansial global. (ADEK BERRY/AFP)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah kembali menyentuh level Rp 16 ribu per USD. Didorong oleh sentimen global. Khususnya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).
Berdasar data Bloomberg Market Spot Rate hingga pukul 10.51 WIB, Selasa (17/12), USD menguat terhadap rupiah di level Rp 16.049. Sejumlah perbankan seperti OCBC menjual rupiah di posisi Rp 16.064 per USD. Sedangkan BCA senilai Rp 16.030 per USD.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto menyatakan, pergerakan nilai tukar mata uang dunia masih didorong kondisi ekonomi AS yang masih cukup risilien. Khususnya rilis data consumer price index (CPI) alias indeks harga konsumen dan producer price index (PPI) atau indeks harga produsen AS yang meningkat. Masing-masing sebesar 2,7 persen dan 3 persen year-on-year (YoY).
"Di sisi lain, terdapat dugaan pelaku pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) belum akan menaikkan policy rate pada board meeting pekan ini. (Indeks) DXY menguat terhadap mata uang EM (emerging market) Asia," kata Edi kepada Jawa Pos.
Dia memastikan, bank sentral terus mengawal pergerakan rupiah untuk menjaga market confidence. Dengan melakukan langkah-langkah strategis dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Terus berada di pasar untuk menjaga keseimbangan supply-demand valas di market melalui triple intervention di pasar spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF). "Terkait nilai tukar (rupiah) akan menjadi asesmen dalam RDG (rapat dewan gubernur) bulanan di pekan ini," jelasnya.
CEO Jooara Gembong Suwito memperkirakan mata uang Garuda melemah hingga Rp 16.300 per USD dalam tiga bulan ke depan. Fokus penguatan ekonomi domestik dan langkah proteksionis AS terkait perang dagang mendorong fenomena strong dollar.
Kondisi ketidakpasian global yang tinggi, aset safe haven seperti USD banyak dicari. Sebab, investor tentu mencari perlindungan terhadap aset-asetnya. Sejalan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina.
"Hal itu mendorong terjadinya capital outflow," ungkapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
