
Bus listrik kerja sama antara Damri dan Transjakarta, serta didukung oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang diparkir di lapangan Monumen Nasional Jakarta, Jumat (22/12/2023). (ANTARA/Adimas Raditya)
JawaPos.com – Trend mobil listrik terus tumbuh dengan jumlah merk yang semakin banyak dan beragam. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguatkan ekspansi dengan melakukan penjualan kendaraan listrik dengan skema B2B (Business to Business) dari sebelumnya hanya B2G (Business to Government). Hal ini tercermin dari kelanjutan penjualan bus listrik kepada perusahaan swasta sepanjang tiga bulan pertama di 2024.
“Kita fokus menggarap segmen EV komersial dan terus berupaya memberikan solusi permasalahan industri EV dari segi manufaktur hingga pembiayaan untuk mengakselerasi adopsi EV di Indonesia," ujar Gilarsi W. Setijono, Direktur Utama VKTR dalam keterangannya, Selasa (30/5).
Ditegaskan, pihaknya kini fokus untuk memastikan progres pembangunan Fasilitas CKD di Magelang berjalan tepat waktu. "Fasilitas ini akan menjadi pusat perakitan kendaraan listrik komersial dengan TKDN minimal 40%, sehingga memberikan dampak pada keterjangkauan harga untuk konsumen," imbuh Gilarsi.
Beberapa kerja sama telah dijajaki oleh Perusahaan pada 1Q24 untuk mendorong adopsi dan penjualan EV di Indonesia, seperti pembangunan JV (Joint Venture) dengan salah satu perusahaan distributor kendaraan terkemuka di Indonesia untuk memaksimalkan kanal penjualan serta menandatangani kerjasama strategis dengan salah satu BUMN terbesar di Indonesia untuk solusi green financing melalui skema e-MaaS (electric-Mobility as a Service).
Dari segi EV, VKTR tetap konsisten untuk menyelesaikan progres pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial Berbasis CKD (Completely Knock Down) Pertama di Indonesia di Magelang agar berjalan sesuai dengan rencana pembangunan yang ditargetkan selesai pada bulan September 2024.
VKTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 205 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2024, turun dibanding periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp 292 miliar.
Penurunan pendapatan utamanya disebabkan oleh penurunan penjualan dari bisnis manufaktur suku cadang seiring dengan penurunan penjualan kendaraan nasional di kuartal tersebut.
Di sisi lain, VKTR mencatat adanya penjualan di segmen penjualan EV pada 1Q24, berbeda dengan periode 1Q23 yang masih nihil. Total aset mengalami peningkatan sebesar 0,5% menjadi Rp 1.677 miliar dari Rp 1.668 miliar. Sementara itu, total kewajiban mengalami penurunan sebesar 3% menjadi Rp 505 miliar pada 1Q24 dari Rp 520 miliar di FY23.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
