Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juli 2021 | 06.59 WIB

Analis Sebut Pasar Saham Justru Sambut Positif PPKM Darurat

Foto layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2020). Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup positif 126,82 poin (2,1 persen) pada level 6.104,89` pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: SALMAN TOYIBI/JA - Image

Foto layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2020). Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup positif 126,82 poin (2,1 persen) pada level 6.104,89` pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: SALMAN TOYIBI/JA

JawaPos.com - Tren positif indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal berlanjut pekan ini. Pasar saham tampaknya tidak akan bergejolak seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali. Para investor masih memperhatikan peningkatan kasus Covid-19 akibat varian Delta di tanah air.

Analis pasar modal Hans Kwee memperkirakan, IHSG berpeluang menguat di awal pekan ini. Namun, IHSG akan terkoreksi pada akhir pekan.

"Dengan support di level 5.939 sampai 5.884 dan resistance di level 6.134 sampai 6.200," katanya kepada Jawa Pos tadi malam.

Sebab, terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi dinamika pasar saham pekan ini. Hans menyebutkan, data non-farm payroll (perubahan tenaga kerja) dan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) masih menjadi perhatian pelaku pasar modal dan keuangan sepekan ke depan. Data non-farm payroll United States Department of Labor menunjukkan kenaikan 850 ribu lapangan kerja selama Juni. Laporan Challenger, Gray & Christmas menyatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang direncanakan sejumlah perusahaan AS turun 88 persen dari 2020.

Dari dalam negeri, Indonesia bergulat dengan tingginya kasus penularan Covid-19 varian Delta. Hingga Minggu (4/7), jumlah pasien positif bertambah 27.233 orang secara nasional. Pemerintah lantas menerapkan PPKM darurat Jawa-Bali yang dimulai 3 Juli hingga 20 Juli.

Menurut Hans, meski cukup ketat, pelaku pasar keuangan terlihat tidak terlalu khawatir. Bahkan, menyambut positif keputusan tersebut.

"Karena diharapkan dapat menurunkan angka persebaran Covid-19," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, kapitalisasi pasar tumbuh terbatas 0,38 persen menjadi Rp 7.154,948 triliun dari Rp 7.128,143 triliun.

"Meski pekan lalu ditetapkan PPKM darurat, IHSG masih mampu ditutup pada level psikologis 6.000. Investor asing pada Jumat (2/7) masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 257,73 miliar," beber Yulianto.

TREN IHSG SEPEKAN TERAKHIR

28 Juni: 5.950,30

29 Juni: 5.949,55

30 Juni: 5.987,70

1 Juli: 6.001,84

2 Juli: 6.023,01

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore