
Foto layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2020). Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup positif 126,82 poin (2,1 persen) pada level 6.104,89` pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: SALMAN TOYIBI/JA
JawaPos.com - Moody's Investor Service menarik peringkat atau rating yang diberikan kepada PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Moody's menyebutkan, penarikan tersebut karena terkait bisnis persroan. Meskipun demikian, penarikan rating bukan mencerminkan kondisi bisnis BRPT, melainkan hanya soal administratif.
Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu menjelaskan, bahwa penarikan tersebut adalah atas permintaan mereka. Alasannya, perusahaan tidak memiliki surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat.
"Moody's menghentikan proses rating atas permintaan kami mengingat saat ini kami tidak menerbitkan obligasi dalam dolar Amerika Serikat," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (17/3).
Agus menekankan, tidak dilanjutkannya proses rating ini tidak merubah peringkat rating yang ada. "Dapat kami sampaikan bahwa tidak ada perubahan atas rating maupun outlook yang disematkan Moody's kepada Barito, yaitu B1 dengan outlook stabil,” tuturnya.
Sebagai informasi, sebelumnya pada 3 Mei 2019 lalu, Moody's menyematkan peringkat B1 untuk Barito Pacific dengan outlook stabil. Selain itu, Moody's juga menyematkan peringkat B1 untuk obligasi global milik Barito. Obligasi tersebut akan dijamin oleh saham yang dimiliki di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang memiliki peringkat utang Ba3 dengan outlook stabil.
Saat itu, peringkat B1 corporate family rating (CFR) milik Barito didukung oleh dua investasi saham perseroan di anak usaha yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 46,26 persen dan Star Energy Group Holdings Pe Ltd. sebesar 66,7 persen.
Tidak hanya itu, peringkat perusahaan B1 juga mencerminkan struktur organisasi yang kompleks sebagai perusahaan induk untuk semua investasinya, tanpa arus kas operasional selain dividen dari dua anak perusahaan utamanya, Chandra Asri Petrochemical dan Star Energy.
https://youtu.be/sMBzVVxgWY4

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
