
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020). IHSG kembali bangkit setelah empat hari berturut-turut berada di zona merah dengan ditutup menguat 103,03 poin atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79. Fo
JawaPos.com - Analis pasar modal Hans Kwee menilai, PSBB Jawa-Bali yang tidak terlalu ketat meredakan kekhawatiran pasar saham. Seperti ketentuan work from home (WFH), aktivitas perkantoran yang dibatasi 75 persen, dan mal yang masih beroperasi hingga pukul 19.00 WIB. Artinya, masih ada kegiatan ekonomi yang berjalan.
"Pasar yang tidak terlalu khawatir itu sehingga membuat IHSG kembali rebound," kata Hans kepada Jawa Pos, Kamis (7/1).
Meski memang pada perdagangan Rabu (6/1) lalu, IHSG terkoreksi ke level 6.058,33 akibat isu PSBB Jawa-Bali. Sebab, pelaku pasar sempat panik. Mereka mengira, mekanisme penerapannya seperti yang dilakukan pada Maret hingga Juni 2020 lalu.
"Jadi, kalau dibilang PSBB Jawa-Bali menaikkan IHSG, jelas bukan. Tapi, menurunkan ketakutan pasar saham akan PSBB yang longgar," ujarnya.
Secara global, pergerakan positif IHSG didukung harapan global akan paket stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) yang lebih besar. Para investor menantikan hasil pemilu ulang di Georgia, AS, yang kemungkinan dimenangkan oleh anggota Senat dari Partai Demokrat.
Jika demikian, potensi untuk mendukung Presiden AS terpilih Joe Biden mengeluarkan stimulus fiskal yang lebih besar semakin terbuka. Kebijakan tersebut tentu sangat menguntungkan bagi negara emerging market, termasuk Indonesia.
"Dengan begitu, dolar AS dan surat utang AS akan melemah karena over supply. Selain itu akan banyak dana yang mengalir ke emerging market," jelas Direktur Anugerah Mega Investama itu.
Selama perdagangan hari ini, IHSG terpantau bergerak pada rentang 6.090,36 hingga 6.158,04. Tercatat, 258 saham menguat, 209 saham melemah, dan 158 saham lainnya stagnan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Investor asing melakukan transaksi net buy sebesar Rp 697,13 miliar. Sasaran mereka adalah saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 86,8 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan Rp 70,3 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 69,6 miliar.
https://www.youtube.com/watch?v=1abfUf67AMA

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
