Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2020 | 19.54 WIB

Mendekati Usia 30, Hindari 11 Kesalahan Keuangan ini

Salah sau mobil mewah sitaan KPK - Image

Salah sau mobil mewah sitaan KPK

JawaPos.com - Menjelang usia 30 merupakan babak baru dalam kehidupan. Sebab, di atas usia 30 seharusnya, seseorang sudah mematangkan strategi hidup yang menyangkut keuangan untuk bekal di usia selanjutnya.

Bagi yang sudah mendekati usia 30 atau sudah dalam rentang usia tersebut, selalu waspadai kesalahan-kesalahan manajemen keuangan. Tujuannya agar terhindar dari masalah-masalah keuangan yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Mengutip situs resmi Cermati, Sabtu (11/1), terdapat 10 kesalahan manajemen keuangan di usia 30 tahun, di antaranya :

1. Tidak Bisa Menabung

Menabung adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Termasuk dalam hal ini, jikalau pada usia sekian, Anda belum mempunyai tempat tinggal, coba pikirkan untuk mempunyai tabungan khusus demi membeli sebuah rumah atau mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Buatlah rencana jangka panjang dan sisihkan sebagian uang Anda untuk tabungan rumah. Agar semuanya berjalan lancar, berusahalah untuk disiplin menabung.

2. Terlalu Fokus terhadap Anak dan Lupa Kapan Anda Pensiun

Pikirkanlah masa pensiun dan jangan membiayai anak secara berlebihan. Seringkali kita temui orang tua yang terlalu memanjakan anaknya secara berlebihan dengan mencukupi seluruh kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Misalnya, membeli mainan yang menghabiskan banyak biaya.

3. Melupakan Asuransi

Perlu diingat, Anda tidak akan tahu pasti kondisi ketika menginjak usia 40 atau 50 tahun. Dengan memperhatikan segala kemungkinan yang terjadi, maka langkah yang tepat adalah membuat rencana mulai sekarang. Milikilah asuransi terhadap apapun yang Anda rasa penting pada suatu saat nanti.

4. Melupakan Diskusi tentang Keuangan dengan Keluarga

Mendiskusikan keuangan dengan keluarga (antar suami-istri) merupakan sebuah langkah tepat dalam menyusun sebuah keuangan keluarga. Jangan sia-siakan momen pernikahan Anda untuk menuju keluarga yang lebih bahagia dengan mendiskusikan segala rencana keuangan.

5. Terlalu Memikirkan Rencana Saat Pernikahan

Memiliki sebuah rumah tangga yang sempurna adalah dambaan setiap orang. Setiap pasangan pasti memiliki impian-impian tersebut di saat mereka akan atau baru saja menikah. Dan tidak jarang terkadang impian-impian tersebut jauh dari kemampuan yang mereka miliki.

6. Terlalu Menghamburkan Uang untuk Anak Pertama

Beli perlengkapan bayi seperlunya, dan jangan terlalu menginginkan hal-hal yang terlalu berlebihan seperti dekorasi kamar bayi, dan lain sebagainya. Ingat, mungkin nanti Anda juga akan mempunyai anak kedua atau ketiga. Coba pertimbangkan untuk menyisihkan uang Anda dengan menabung untuk keperluan tersebut.

7. Terlalu Ambisi Ingin Punya Mobil Mewah

Jangan biarkan diri Anda masuk ke dalam jurang yang suram. Lindungilah diri sendiri dari ambisi untuk membeli mobil mewah untuk sementara, kecuali Anda memang mempunyai kondisi keuangan yang melimpah.

8. Terlalu Memaksakan untuk Menempuh Pendidikan Lebih Tinggi

Setiap orang selalu ingin meningkatkan taraf pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi untuk mendapatkan predikat akademik yang sebaik-baiknya. Meskipun terkadang orang hanya akan membuang-buang biaya untuk keperluan tersebut, khususnya jika tidak didasari dengan prinsip dan konsistensi yang tinggi dalam bidang keilmuannya.

9. Bekerja Terlalu Keras hanya Demi Uang

Bekerja keras itu memang sangat disarankan. Akan tetapi, berbeda halnya dengan bekerja terlalu keras. Jangan bekerja terlalu keras karena kalau itu hanya demi uang, percayalah uang tidak harus dibayar dengan nyawa.

10. Menyepelekan Dana Darurat

Anda sudah berusia 30 tahun tapi belum punya dana darurat, ini sih bisa dibilang kesalahan fatal. Ketika Anda sudah memiliki gaji dari pekerjaan Anda, 'wajib hukumnya' memiliki dana darurat. Tapi banyak dari kita, mungkin termasuk Anda belum mempunyainya, bahkan tidak terpikir.

Gaji selalu habis untuk memenuhi kebutuhan hidup plus foya-foya. Namun lupa dengan dana darurat yang penting. Dana darurat ini sifatnya buat jaga-jaga bila mendadak Anda harus melunasi utang, sakit, atau keperluan sangat mendesak lain yang harus segera dibayar.

Mulai sekarang belajar menyisihkan 5-10 persen dari gaji bulanan Anda untuk dana darurat. Idealnya dana darurat dalam bentuk tabungan mencapai jumlah 3-6 bulan gaji Anda. Jangan sepelekan dana darurat kalau gak mau susah di kemudian hari.

11. Kalap Menggunakan Kartu Kredit

Saking mudah dan banyaknya manfaat, kartu kredit kerap disalahgunakan pemakaiannya. Belanja dan bayar ini itu selalu pakai kartu kredit. Apalagi buat sesuatu yang konsumtif. Padahal menggesek kartu kredit sama saja berutang. Ada utang pokok dan bunga yang harus dibayar setiap bulan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore