Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Februari 2019 | 16.11 WIB

Incar Penambahan DPK Lembaga, BTN Gaet PT Kliring Berjangka Indonesia

Penandatangan kerjasama PT Bank Tabungan Negara Tbk dengan PT Kliring Berjangka Indonesia di Jakarta,  Rabu (27/2). - Image

Penandatangan kerjasama PT Bank Tabungan Negara Tbk dengan PT Kliring Berjangka Indonesia di Jakarta, Rabu (27/2).

JawaPos.com - Guna menambah pundi-pundi Dana Pihak Ketiga (DPK), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik dana dari institusi selain dari nasabah ritel. Tahun 2019, bank yang fokus pada pembiayaan KPR ini menggaet PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Sinergi antar BUMN yaitu PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI dan Bank BTN ini dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjasama Penyimpanan Dana Margin.


“Kerjasama ini sangat strategis bagi Bank BTN karena sebagai Bank Penyimpan Dana Margin, BTN dapat menampung dana-dana yang berputar di Bursa Berjangka dengan demikian dapat meningkatkan DPK, maupun pendapatan non bunga bagi Bank BTN,” kata Direktur Bank BTN, Oni Febriarto Rahardjo usai menandatangani PKS dengan KBI di Jakarta, Rabu  (27/2).


Dalam kerjasama ini, Bank BTN wajib memberikan fasilitas penampungan dana margin, dana kliring dan dana jaminan kliring, serta pelaksanaan pembayaran penyelesaian transaksi, baik dengan menggunakan jasa perbankan elektronik (internet banking/ mobile banking) maupun regular.


Tidak hanya bermitra dengan KBI untuk pengelolaan dana margin, Bank BTN juga dipercaya PT KBI untuk kerjasama terkait pemanfaatan jasa dan produk jasa perbankan.


Bank BTN juga menyediakan layanan perbankan bagi KBI dan karyawannya. Pengelolaan dana operasional korporasi dan pengelolaan dana konsumer bagi karyawan.


“Dengan kerjasama ini, kami berharap bisa mengejar target DPK yang kami patok tahun 2019 akan tumbuh sekitar 12-15 persen year on year, sementara khusus DPK Lembaga/institusi kami targetkan bisa tumbuh dikisaran yang sama, terutama yang masuk ke giro dan deposito,” kata Oni.


Adapun tahun 2018 lalu, DPK total BTN tercatat sekitar Rp 230 Triliun, sementara DPK Lembaga yang terdiri dari giro, giro FLPP dan deposito berkontribusi sekitar Rp 146 Triliun. Pertumbuhan DPK Lembaga tercatat mencapai sekitar 19,77 persen dibandingkan tahun 2017.


DPK Lembaga yang terkumpul di giro tumbuh dari sekitar Rp 49,9 miliar pada tahun 2017 menjadi sekitar Rp 53,6 miliar pada tahun 2018, sementara pada periode yang sama deposito tumbuh sekitar 9,8 persen yoy dari Rp 71,4 miliar menjadi Rp 92,4 miliar


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore