Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2015 | 19.51 WIB

Ternyata Tabungan Bawah Bantal Masih Banyak

ilustrasi - Image

ilustrasi

JawaPos.com- Industri perbankan Indonesia sudah berusia hampir 200 tahun, dihitung sejak zaman VOC. Namun, kata Direktur Elektronik Banking Group Transaction Bank Mandiri Budi Hartono sampai kemerdekaan Indonesia berusia 70 tahun, jumlah rekening di semua bank tercatat 70 juta jumlah. Padahal, jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta.



"Terlihat, kalau masih banyak rakyat yang menyimpan uangnya di bawah bantal," ucap Budi saat jumpa pers di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu, (23/9).



Ia sendiri paham dengan keterbatasan perbankan menjaring nasabah baru. Infrastruktur dalam menunjang perbankan mahal. Seperti izin ke BI, buka cabang baru, rekrut karyawan, tambah mesin ATM dan suporting IT-nya.

"Itu alasan kami buat Mandiri e-cash. Asal punya hape bisa taruh uang tanpa perlu punya rekening dan datang ke cabang," katanya.



Bank Mandiri percaya, ke depan butuh alat secara digital. Dengan penduduk sebanyak 250 juta, sangat hebat  kalau tercapai semua itu. Tapi setidaknya, punya akses pembayaran digital akan membuat perekonomian Indonesia semakin baik. "Kita kerjasama dengan MatahariMall.com untuk peluang fasilitasi Mandiri e-cash," tandasnya.



Mandiri e-Cash Bank Mandiri telah merajut kerja sama dengan Pertamina Dana Pensiun,  PT Digital Artha Media, dan   MatahariMall.com penggunaan Mandiri e-cash sebagai alat pembayaran bagi penerima manfaat pensiun dari Dana Pensiun Pertamina serta join promo dengan MatahariMall.com. (tih/jpg)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore