Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 September 2018 | 15.31 WIB

Politik Dalam Negeri Jadi Topik Baru Sentimen Rupiah

Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer - Image

Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer

JawaPos.com - Minimnya sentimen positif di dalam negeri membuat Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Pelemahan Rupiah tertahan memanfaatkan moment berkurangnya permintaan akan mata uang safe haven ini.


Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, dari sikap menahan diri dari pelaku pasar terhadap pertemuan Bank Sentral The Fed pekan ini membuat laju USD tertahan.


”Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran 14.868-14.852. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ujarnya Selasa (25/9).


Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah kembali terkoreksi seiring adanya penilaian masih  beratnya masalah ekonomi yang akan dihadapi Indonesia oleh salah satu pasangan capres dan cawapres yang akan memimpin Indonesia.


“Bahkan ditambahkan dengan kian meningkatnya laju USD akan berimbas pada penurunan daya beli masyarakat seiring maraknya barang-barang impor yang beredar baik di industri maupun masyarakat,” tuturnya.


Di sisi lain, Reza menambahkan, adanya komentar positif dari Menkeu Sri Mulyani dalam hal penanganan utang tampaknya kurang kuat mengangkat Rupiah.


“Bahkan, pergerakan USD yang kembali turun pun sepertinya tidak direspons pasar," tandasnya.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore