Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 September 2018 | 15.20 WIB

Sentimen Pelemahan Dolar Bisa Jadi Amunisi Baru Penguatan Rupiah

Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer - Image

Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer

JawaPos.com - Perdagangan nikai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terlihat rapuh di tengah pergerakan USD yang kembali melemah seiring sikap pelaku pasar yang mengesampingkan sentimen perang dagang dan imbas kenaikan EUR.


Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, Rupiah diharapkan dapat memanfaatkan pelemahan USD untuk kembali menguat meski sentimen dari dalam negeri masih kurang kuat untuk mendorong penguatan Rupiah. “Pergerakan Rupiah diperkirakan akan bergerak dikisaran 14.878-14.865,” ujarnya Kamis (20/9).


Reza menjelaskan, laju Rupiah kembali melemah tipis setelah sehari sebelumnya bergerak positif. Masih adanya kekhawatiran akan dampak terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok yang dinilai dapat menganggu ekspor Indonesia membuat laju Rupiah kembali terdepresiasi.


“Apalagi sebelumnya juga dirilis neraca perdagangan yang masih kembali mengalami defisit,” tuturnya.


Di sisi lain, lanjutnya, adanya penilaian bahwa tahun 2019 ekonomi Indonesia akan tumbuh tipis di kisaran 5,1-5,2 persen menambah sentimen negatif pada Rupiah, kontras dengan asumsi yang disepakati Banggar DPR di level 5,3 persen dengan kurs Rupiah Rp14.500 per USD.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore