Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 05.41 WIB

BRI Wait and See Respons Dinamika Pasar, Sunarso Siapkan Plan B jika Kondisi Memburuk

Direktur Utama BRI Sunarso. (Foto: M. Ali/Jawa Pos) - Image

Direktur Utama BRI Sunarso. (Foto: M. Ali/Jawa Pos)

JawaPos.com - Fluktuasi pasar, kompleksitas isu global, serta dinamika di dalam negeri menuntut kesiapan strategic response yang tepat. Termasuk bagi perbankan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memilih untuk wait and see sembari mengembangkan pendekatan yang fleksibel dan terukur. Direktur Utama BRI Sunarso optimistis terhadap tren profitabilitas 2025-2026. Tentu dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Jika tantangannya tidak lebih buruk dari sekarang, kita masih bisa bertahan. Namun, jika tantangannya memburuk, kita harus punya plan B. Apa yang harus kita perketat, mana yang harus kita jaga, kita sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi yang lebih buruk," terangnya, Rabu (19/2).

Berbagai langkah strategis telah disiapkan. Termasuk rencana cadangan untuk mengantisipasi potensi krisis. Pendekatan yang dilakukan BRI ibarat kompetisi sepak bola.

Prinsip utama yang dipegang adalah untuk meraih kemenangan. Meski hasilnya tidak selalu sempurna. Dalam keadaan normal, misalnya, BRI bisa menang 3-0 yang berarti likuiditas, kualitas, dan profitabilitas berada dalam kondisi baik.

"Sebaliknya, dalam situasi penuh ketidakpastian, BRI cukup menang 2-1, yakni dengan tetap menjaga likuiditas dan kualitas untuk memastikan keberlanjutan. Meskipun profitabilitas bisa sedikit menurun, yang penting adalah kita tetap bertahan," ujarnya.

Dengan tujuan, mampu menjaga momentum pertumbuhan BRI di tengah dinamika global dan domestik. Serta konsisten memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham.

Bahkan, sebagai bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan operasional, Sunarso menyoroti pentingnya kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR). Menurut dia, rasio CAR BRI yang tinggi menunjukkan fondasi yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mitigasi risiko.

Saat ini, CAR tercatat lebih dari 26 persen. Jauh di atas threshold basel III. Yang mana sebenarnya perseroan hanya membutuhkan CAR sebesar 17,5 persen untuk melindungi risiko sesuai ketentuan.

"Itu berarti kami memiliki ruang lebih dari 7 persen untuk penggunaan modal. Ini menunjukkan bahwa selama lima tahun ke depan, berapa pun laba yang dihasilkan, BRI tidak perlu menahan laba untuk memperkuat modal. Dan berapapun laba BRI memang harus dibagi," beber Sunarso.

Penting menjaga kualitas aset untuk memastikan bisnis BRI tetap sustain dalam jangka panjang. Dengan pengelolaan portofolio kredit secara hati-hati. Serta, mengantisipasi potensi penurunan kualitas dengan menyediakan pencadangan yang mencukupi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore