
Guru Besar UIN Ar-Raniry Kamaruzzaman (kiri) menjadi salah satu pembicara forum AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang (3/2)
JawaPos.com-Perkembangan penggunaan mata uang kripto sebagai aset dan nilai tukar, jadi salah satu bahasan dalam rangkaian AICIS 2024 di UIN Walisongo, Semarang. Dalam diskusi itu dinyatakan pembahasan aset kripto, harus lebih luas. Tidak dalam rangka menghakimi halal atau haram.
Menurut Kamaruzzaman, kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan alat tukar baru. Tetapi juga bakal merambah dunia pendidikan. "Misalnya ada pesantren digital atau pesantren virtual," katanya. Ustad atau guru yang mengajar dilakukan oleh teknologi robotika. Serta perkembangan-perkembangan lainnya. (*)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
