
MEGAH DAN MEWAH: Dinding lengkung dengan aksesn retakan ditambah pencahayaan keemasan memperkuat ambience klasik. (SUGENG DEAS/JAWA POS)
JawaPos.com - Pengelolaan keuangan yang tepat harus dimulai sejak pertama kali berkerja atau pertama kali mendapatkan gaji. Hal itu dilakukan agar pada usia 25 tahun dapat memiliki keuangan yang sehat layaknya sultan.
Tim Analis OCBC NISP berbagi tips mengelola keuangan yang tepat bagi milenial yang baru saja mulai bekerja. Membelanjakan gaji pertama untuk membeli barang yang komsumtif seperti handphone baru, tab baru, baju terbaru, perawatan wajah, atau travelling sangatlah wajar.
Sebab, tentunya hal itu semua sudah masuk dalam daftar keinginan sejak zaman kuliah yang ingin diwujudkan dengan uang hasil keringat sendiri. Namun, pembelian barang-barang konsumtif sebaiknya jangan sampai kebablasan.
Apalagi, semua barang-barang tersebut tidak ada yang bernilai investasi. Memiliki penghasilan sendiri, artinya harus mandiri mengatur keuangan pribadi.
Agar keuangan sehat dapat terwujud ada beberapa hal yang harus dilakukan.
1. Setiap penghasilan rutin yang diterima, dipisahkan sebesar 50 persen untuk kebutuhan pokok.
Hal itu harus mencukupi untuk biaya transportasi kamu per bulan, sewa tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan biaya cicilan. Jika tidak cukup, artinya harus ada yang dikurangi yang sifatnya konsumtif, misalnya tak perlu mencicil sesuatu untuk saat ini.
2. 30 persen pendapatan sebaiknya dipergunakan untuk hiburan, misalnya untuk belanja bulanan, makan di resto kece, member gym, nonton bioskop, dan jalan-jalan.
Jika masih belum mencukupi, member gym ditunda dulu, sebagai ganti, lari pagi depan rumah saja, atau pilih-pilih event untuk makan di luar.
3. Terakhir, ini yang paling wajib, bukan disisakan paling akhir, tapi wajib hukumnya untuk disisihkan pada awal sebesar 20 persen penghasilan untuk tabungan (savings). Ini untuk persiapan dana pensiun, dana darurat, dan investasi yang memang bersifat jangka panjang.
Karena memang tujuannya untuk jangka panjang, maka sebaiknya cari investasi yang tidak tergerus inflasi dan bertumbuh, misalnya reksa dana saham. Belum terlambat untuk memulai.
Berinvestasi pada reksa dana saham pun tidak harus dengan nominal besar, bahkan kamu bisa mulai dengan minimum Rp 20 ribu. Kuncinya adalah rutin dalam berinvestasi dan tentukan jangka waktu investasi.
Hal penting yang selalu diingat, keuangan yang sehat dimulai dari meningkatkan pemahaman dasar, memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah, dan meluruskan mindset terkait finansial yang keliru.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
