
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia
JawaPos.com - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat net kewajiban sebesar USD 340,7 miliar pada akhir triwulan IV 2017, atau 33,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi itu naik sekitar USD 10 miliar dibanding triwulan III 2017.
Naiknya Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia didorong oleh peningkatan posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN).
"Peningkatan net kewajiban PII Indonesia tersebut disebabkan oleh peningkatan posisi KFLN yang lebih besar dari peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman seperti dikutip dalam laman resmi BI, Sabtu (30/3).
Dia menambahkan, posisi KFLN Indonesia meningkat seiring besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio yang didorong optimisme terhadap prosepek ekonomi domestik dan menariknya imbal hasil keuangan domestik.
Pada akhir triwulan IV 2017 posisi KFLN naik 2,1 persen (qtq) atau sebesar USD 14,0 miliar menjadi USD 678,8 miliar. "Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi positif atas nilai aset finansial domestik sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," tuturnya.
Sementara itu posisi AFLN Indonesia juga meningkat didorong oleh transaksi perolehan AFLN yang sebagian besar dalam bentuk investasi portofolio dan cadangan devisa.
Posisi AFLN pada akhir triwulan IV 2017 tercatat naik 1,2 persen (qtq) atau sebesar USD 4,0 miliar menjadi USD 338,1 miliar. Selain itu, kenaikan posisi AFLN pada periode laporan juga dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi positif atas AFLN dalam denominasi non-dolar AS sejalan dengan pelemahan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia.
"Meski demikian, Bank Indonesia tetap mewaspadai risiko net kewajiban PII terhadap perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan pemulihan ekonomi Indonesia yang didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural," pungkasnya. (Hap/Hana)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
