Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 22.44 WIB

Dari Napi Teroris Beralih Menjadi Peramu Kopi, Umar Patek Menyeduh Jalan Baru

Eks napiter Umar Patek luncurkan kopi racikannya, Kopi Ramu di Hedon Estate Surabaya.(Juliana Christy/JawaPos.com)

Jalan kehidupan setiap orang tak selalu sama. Ada yang mulus. Ada yang berliku harus jatuh bangun terlebih dahulu, baru meraih kesuksesan. Adapula yang harus menerima stigma negatif sebagai mantan narapidana teroris, kini perlahan bangkit melanjutkan kehidupannya seperti masyarakat biasa pada umumnya. 

Julia Chrity, Surabaya

SUARANYA pelan tapi tegas saat berbicara di depan sejumlah awak media. Dulu namanya disebut sebagai perakit bom dalam tragedi Bom Bali 1. Kini, Umar Patek tampil dengan identitas baru: peramu kopi yang berharap bisa menyeduh damai, bukan lagi luka. Di hadapan publik, ia meluncurkan merek kopi racikannya, Ramu Kopi, di Hedon Estate Surabaya, Selasa (3/6).

“Dulu saya dikenal karena hal yang menyakitkan dunia. Sekarang saya ingin dikenal karena meramu rasa dan menyeduh damai,” ucap pria yang lahir dengan nama Hisyam tersebut.

Nama Ramu bukan tanpa makna. Itu adalah kebalikan dari nama “Umar”, simbol dari niatnya untuk memutar balik hidup—meninggalkan masa lalu kelam dan memulai jalan baru yang lebih baik. Lewat racikan kopinya, ia ingin menyampaikan pesan: perubahan itu mungkin.

Awal Perjalanan: Dari Penjara ke Secangkir Kopi

Setelah bebas dari Lapas Porong pada 7 Desember 2022, Pria kelahiran Pemalang, Jateng, 59 tahun ini tak serta-merta kembali ke tengah masyarakat. Ia mengaku masih mencari bentuk kontribusi baru yang bermakna. Titik baliknya terjadi saat drg. David Andreasmito, pemilik Hedon Estate, datang berkunjung ke rumahnya.

“Beliau sempat menawarkan uang, saya tolak. Saya bukan butuh uang, saya butuh kerja,” kenang Umar.

Segalanya berubah saat David mencicipi kopi buatan Umar. Dari situ, lahirlah ide untuk merintis usaha kopi. “Kamu jual kopi ini ke kafe saya. Karena kafe saya punya pelanggan. Umar dulu meramu bom, sekarang meramu kopi,” ujar David.

Dengan bantuan rekan-rekan David yang ahli di bidang kopi, Umar mulai bereksperimen. Hasilnya adalah beberapa varian kopi yang kini menjadi andalan Ramu Kopi, seperti Signature Blend, Arabika Ijen, Robusta, dan kopi berbumbu rempah khas Bondowoso.

Dukungan untuk Jalan Baru

Peluncuran Ramu Kopi bukan sekadar promosi bisnis. Ia menjadi simbol rekonsiliasi, diterima secara terbuka oleh tokoh-tokoh yang dulu berada di sisi yang berseberangan dengannya.

Salah satunya adalah Komjen Pol Marthinus Hukom, mantan pimpinan Densus 88 yang kini menjabat Kepala BNN. Ia mengenang masa ketika nama Umar Patek masuk daftar buron dalam kasus Bom Bali 1.

“Saya dulu mencari dia, sekarang saya menyaksikan dia memilih jalan baru. Prinsipnya, kita selesai bermusuhan hanya setelah meletakkan senjata. Hari ini, kita sama-sama meletakkan senjata karena kita satu bangsa,” ujar Marthinus.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore