Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2024 | 02.40 WIB

Mengenal Ladies Squad Marine Customs, Regu Khusus Perempuan di Patroli Laut Bea Cukai

Kapal Bea Cukai melakukan patroli laut di Batam. Foto kanan, Ema Susanti, anggota Ladies Sauad Marine Customa. (Dinda Juwita/Jawa Pos) - Image

Kapal Bea Cukai melakukan patroli laut di Batam. Foto kanan, Ema Susanti, anggota Ladies Sauad Marine Customa. (Dinda Juwita/Jawa Pos)

Petugas Bea Cukai tak melulu berkutat dengan barang bawaan penumpang di bandara. Sejak 2022, Ladies Squad Marine Customs ikut mencegah berbagai modus penyelundupan lewat jalur laut yang melibatkan perempuan.

DINDA JUWITA, Kepulauan Riau

TIGA kapal, BC 20007, BC 7004, dan BC 7005, melaju menjalankan tugas patroli laut. Kamis (27/6) siang itu, kapal-kapal berbadan besar tersebut melaju dari titik awal Pelabuhan Nongsa Pura, Batam. Dengan panjang hampir 30 meter, kapal berlayar membawa belasan awak. Di antara belasan kru Bea Cukai yang patroli laut, tampak para perempuan turut serta.

Kehadiran para perempuan dalam kru bukan tanpa alasan. Wilayah kerja Kantor Wilayah Khusus (Kanwilsus) Bea Cukai Kepri amat strategis. Yakni, meliputi seluruh Kepulauan Riau (kecuali Batam) di mana terdapat Selat Singapura, Selat Malaka, dan Laut China Selatan. Area tersebut acap kali menjadi sasaran tindak kejahatan berupa penyelundupan barang atau kasus lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga keberadaan patroli laut menjadi sangat vital.

Dari berbagai modus, penyelundupan dengan melibatkan perempuan menjadi salah satu yang cukup rentan. Kondisi itulah yang membuat Kanwilsus Bea Cukai Kepri menyiagakan Ladies Squad Marine Customs. Sesuai namanya, regu itu seluruhnya berisi perempuan sebagai anggotanya.

Ema Susanti, salah seorang anggota Ladies Squad, menuturkan, sebuah kejadian patroli laut pada 2019 menjadi cikal bakal terbentuknya Ladies Squad. ”Saat itu (2019) ada kasus di mana kapal yang kami tegah itu ada kru perempuannya. Nah, saat itu kami nggak bisa melakukan pemeriksaan di laut karena semua kru yang bertugas laki-laki,” ujarnya ditemui Jawa Pos di Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Sesuai dengan ketentuan hak asasi manusia (HAM), Ema menyatakan, pemeriksaan terhadap wanita harus dilakukan petugas wanita. Kondisi itu membuat jajaran Bea Cukai mengantisipasi risiko atau modus penyelundupan yang terus berkembang. Apalagi, sangat mungkin kejahatan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) biasanya melibatkan perempuan sebagai modus penyelundupannya.

Alhasil, Kanwilsus DJBC Kepri mulai melibatkan perempuan dalam patroli laut. Pada tahap awal, Ema menjelaskan, hanya ada dua pegawai yang diikutkan. Mereka belajar bagaimana patroli di laut, membaca peta, melihat arus pasang surut, dan melihat radar dengan tetap mewaspadai risiko-risiko yang mungkin timbul.

Selain itu, Kanwilsus Kepri mengusung semangat pengarusutamaan gender dalam kinerjanya. Hingga pada 29 Maret 2022, secara resmi dibentuklah Ladies Squad Marine Customs.

Dalam menjalani tugas patroli laut, Ema juga harus siap dengan berbagai kondisi. ”Pada saat kami melakukan penindakan, pekerjaan itu nggak selalu dilakukan siang. Kadang malam. Sering kali anak-anak ya harus ditinggal di rumah, ada keluarga yang harus ditinggal. Kami tetap harus di sini, siap siaga,” tutur ibu dua anak itu.

Riris mengamini ucapan Ema. Salah seorang anggota Ladies Squad itu menuturkan, patroli laut dilakukan 24 jam selama 7 hari nonstop. Anggota perempuan juga turut dilibatkan.

Perempuan berhijab itu turut menceritakan pengalamannya saat kali pertama melakukan patroli laut pada 2022. Riris harus ikut berlayar selama 14 hari.

”Saat itu saya ditugaskan bersama dua srikandi lainnya selama 14 hari berlayar menggunakan kapal BC 20007. Pada kegiatan tersebut, saya dan rekan-rekan yang bertugas berhasil melakukan penegahan terhadap salah satu kapal yang dicurigai membawa barang-barang yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan,” tuturnya.

Saat mendapatkan informasi penyelundupan itu, Riris bersama kru bergegas mencari titik lokasi kapal. Saat titik telah terdeteksi, BC 20007 langsung tancap gas mengejar.

Tentu, pengejaran tak melulu berjalan mulus. Ada upaya pelarian yang dilakukan kapal pelaku itu. ”Sehingga kami harus menurunkan kapal karet untuk melakukan pengejaran ke kapal tersebut,” terang Riris.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore