
DAYA DUKUNG: Foto udara Sumut East Pondok Aren (EPN)-001 di Kabupaten Bekasi (25/12).
Temuan ladang migas di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Indramayu membuka potensi akumulasi migas baru di area onshore, khususnya di Jawa Barat Utara. Yang di Bekasi, ada keluhan dampak lingkungan dari sebagian warga, sementara sebagian lainnya mendadak jadi miliarder karena sawah atau lahan mereka masuk wilayah terdampak.
DINDA JUWITA, Kab Bekasi-Kab Indramayu
---
KABAR itu seperti jawaban atas kebutuhan Indonesia menemukan sumber minyak dan gas (migas) baru. Sekaligus bak kado Ulang Tahun Ke-65 PT Pertamina yang jatuh pada 10 Desember.
Kabar yang dimaksud adalah penemuan dua sumber migas baru. Keduanya diperoleh melalui PT Pertamina EP (PEP) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina.
Tambahan sumber daya hidrokarbon itu berasal dari pengeboran dua sumur eksplorasi di Provinsi Jawa Barat.
VP Explorations Pertamina EP Indra Yuliandri menuturkan, temuan dua ladang migas di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Indramayu tersebut merupakan manifestasi dari implementasi strategi eksplorasi perusahaan yang masif dan agresif. Pengeboran sumur EPN-001 sekaligus sebagai pembuktian play atau konsep baru berupa stratigraphic trap di Formasi Lower Cibulakan, Sub Cekungan Ciputat.
’’Pengeboran ini menjadi salah satu pionir dalam pembuktian konsep eksplorasi yang berbeda untuk menemukan serta membuka potensi akumulasi migas yang baru di area onshore (daratan yang dekat laut atau berada di darat dan bukan di laut, Red) Jawa Barat Utara,’’ ujar Indra dalam keterangan resminya belum lama ini.
Senin (25/12) lalu, Jawa Pos mengunjungi dua sumur tersebut: Sumur East Pondok Aren (EPN)-001 di wilayah kerja PEP Tambun Field, Kabupaten Bekasi, dan East Akasia Cinta (EAC)-001 di wilayah kerja PEP Jatibarang Field, Kabupaten Indramayu. Dan, menemukan suara warga yang beragam.
Eki, salah seorang warga di sekitar lokasi di Bekasi, mengaku bukannya ”angin segar” yang dia dapatkan. Justru dampak negatif berupa ”asap hitam”.
JAUH DARI PERMUKIMAN: Suasana Sumut East Akasia Cinta (EAC)-001 di Kabupaten Indramayu.
Menurut dia, sejak dilakukan tajak pada Agustus lalu, beberapa dampak lingkungan dia rasakan. Mulai suara bising operasional, kepulan asap yang berembus ke wilayah tempatnya tinggal hingga getaran yang terasa sampai ke rumah-rumah.
Atas dampak itu, Pertamina memang memberikan kompensasi. Namun, jumlahnya terbilang tak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.
’’Dikasih amplop uang kompensasi gocap (Rp 50 ribu), dikasih tiga kali melalui si A, si B, si C, yang ngasih orangnya beda-beda. Itu uang (kompensasi) karena suara berisik, (asap ngebul),’’ ujarnya kepada Jawa Pos saat ditemui di kebun timun yang bersebelahan dengan East Pondok Aren (EPN)-001 di wilayah kerja PEP Tambun Field.
Belum lama ini, lanjut dia, puluhan warga sempat berdemo menyampaikan aspirasi kepada manajemen. Namun, aksi damai tersebut justru ditanggapi dingin. ’’Malah dari security bilang mau dicari provokatornya,’’ jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
