Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 17.54 WIB

Lebih Susah Jawab Jokes Bapak-Bapak ketimbang Soal Sains

BERAGAM LATAR: Sejumlah anggota Mensa Indonesia dalam gathering di Jakarta (22/8). Bekerja sama dengan Kemenpora, komunitas ini memberikan pelatihan kepada anak-anak muda mengenai nilai kecerdasan.

Mensa Indonesia, Komunitas Beranggota Orang-Orang Ber-IQ di Atas 132

Bahasan di luar nalar tentu ada, tapi kegiatan para anggota Mensa Indonesia sejatinya tak ubahnya komunitas lain, seperti nge-game atau nonton bareng. Kini kian membuka diri, member yang tukang kelontong pun ada.

ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta

---

PASTI bahasannya kalau tidak fisika kuantum, ya alasan kenapa planet Mars bisa ditempati. Pasti untuk bersantai pun, yang didengarkan simfoni garapan Johann Christian Bach dan yang dibaca buku-buku Sigmund Freud.

Rasa-rasanya itu guneman orang kebanyakan begitu mendengar ada komunitas semacam Mensa Indonesia yang para anggotanya rata-rata ber-IQ di atas 132.

Jauh di atas rata-rata IQ warga +62 (baca: orang Indonesia): 82 . Tapi, ternyata komunitas tersebut tak selalu ’’seserius” itu. Menurut Chairman Mensa Indonesia Satriadi Gunawan, grup WhatsApp komunitasnya sama seperti grup pada umumnya. Bedanya hanya soal daya tangkap antaranggota.

Karena berisi orang-orang dengan IQ di atas 132, tek-tokan dari obrolan grup tersebut lebih cepat. ”Tapi, ada juga sih topik yang di luar nalar, yang nggak biasa,” kata Satriadi, lantas tertawa.

Misalnya, soal hal-hal yang berhubungan dengan sains. ”Soal time loop, mesin waktu gitu, hehehe,” sambungnya.

Bahasan itu biasanya lebih mudah dijawab ketimbang yang lain. Misalnya, jokes atau tebak-tebakan receh ala bapak-bapak. Dalam suatu momen gathering, panitia telah menyiapkan tebak-tebakan tersebut.

Siapa sangka, pertanyaan dari kuis itu justru membuat member kelimpungan.

”Lebih susah sih emang, gak terpikirkan gitu. Tapi, seru pada ketawa,” kenangnya, lantas kembali terbahak.

Kegiatan para anggota pun sama saja seperti komunitas pada umumnya. Mereka doyan main game atau nonton film bareng. Untuk masing-masing hobi itu, dibuatlah beberapa grup WhatsApp secara spesifik.

Ada grup sport, games, movie, hingga karier. Grup karier itu merupakan program baru Mensa Indonesia dengan tujuan bisa membantu para anggota muda membangun karier. Mereka akan dipandu para senior yang telah memiliki jabatan strategis.

Komunitas itu awalnya dibentuk memang untuk mewadahi para individu dengan IQ 2 persen teratas yang kadang susah terkoneksi dengan lingkungannya. Didirikan di Inggris pada 1946, dua pendirinya pun, Roland Berrill dan Lancelot Ware, sepakat membuat komunitas tersebut karena merasa kesulitan berkomunikasi dengan yang lain.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore