BERAGAM LATAR: Sejumlah anggota Mensa Indonesia dalam gathering di Jakarta (22/8). Bekerja sama dengan Kemenpora, komunitas ini memberikan pelatihan kepada anak-anak muda mengenai nilai kecerdasan.
Bahasan di luar nalar tentu ada, tapi kegiatan para anggota Mensa Indonesia sejatinya tak ubahnya komunitas lain, seperti nge-game atau nonton bareng. Kini kian membuka diri, member yang tukang kelontong pun ada.
ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta
---
PASTI bahasannya kalau tidak fisika kuantum, ya alasan kenapa planet Mars bisa ditempati. Pasti untuk bersantai pun, yang didengarkan simfoni garapan Johann Christian Bach dan yang dibaca buku-buku Sigmund Freud.
Rasa-rasanya itu guneman orang kebanyakan begitu mendengar ada komunitas semacam Mensa Indonesia yang para anggotanya rata-rata ber-IQ di atas 132.
Jauh di atas rata-rata IQ warga +62 (baca: orang Indonesia): 82 . Tapi, ternyata komunitas tersebut tak selalu ’’seserius” itu. Menurut Chairman Mensa Indonesia Satriadi Gunawan, grup WhatsApp komunitasnya sama seperti grup pada umumnya. Bedanya hanya soal daya tangkap antaranggota.
Karena berisi orang-orang dengan IQ di atas 132, tek-tokan dari obrolan grup tersebut lebih cepat. ”Tapi, ada juga sih topik yang di luar nalar, yang nggak biasa,” kata Satriadi, lantas tertawa.
Misalnya, soal hal-hal yang berhubungan dengan sains. ”Soal time loop, mesin waktu gitu, hehehe,” sambungnya.
Bahasan itu biasanya lebih mudah dijawab ketimbang yang lain. Misalnya, jokes atau tebak-tebakan receh ala bapak-bapak. Dalam suatu momen gathering, panitia telah menyiapkan tebak-tebakan tersebut.
Siapa sangka, pertanyaan dari kuis itu justru membuat member kelimpungan.
”Lebih susah sih emang, gak terpikirkan gitu. Tapi, seru pada ketawa,” kenangnya, lantas kembali terbahak.
Kegiatan para anggota pun sama saja seperti komunitas pada umumnya. Mereka doyan main game atau nonton film bareng. Untuk masing-masing hobi itu, dibuatlah beberapa grup WhatsApp secara spesifik.
Ada grup sport, games, movie, hingga karier. Grup karier itu merupakan program baru Mensa Indonesia dengan tujuan bisa membantu para anggota muda membangun karier. Mereka akan dipandu para senior yang telah memiliki jabatan strategis.
Komunitas itu awalnya dibentuk memang untuk mewadahi para individu dengan IQ 2 persen teratas yang kadang susah terkoneksi dengan lingkungannya. Didirikan di Inggris pada 1946, dua pendirinya pun, Roland Berrill dan Lancelot Ware, sepakat membuat komunitas tersebut karena merasa kesulitan berkomunikasi dengan yang lain.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
