Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 23.38 WIB

Lebih Dekat dengan AKP Satriyono, Pelatih Tim Taekwondo Polda Jatim

BERPRESTASI: KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Satriyono menunjukkan medali taekwondo di kantor Satpas Colombo, Surabaya, Senin (16/10). Kini Satriyono menjadi pelatih tim taekwondo Polda Jatim. - Image

BERPRESTASI: KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Satriyono menunjukkan medali taekwondo di kantor Satpas Colombo, Surabaya, Senin (16/10). Kini Satriyono menjadi pelatih tim taekwondo Polda Jatim.

AKP Satriyono mendapatkan penghargaan dari Kapolda Jatim karena anak didiknya memborong medali kejuaraan taekwondo Piala Pangdam V/Brawajiya. Dari sepuluh atlet, timnya menyabet enam medali emas dan empat perak.

HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya

DUA bulan sebelum kejuaraan taekwondo Piala Pangdam V/Brawijaya bergulir, Satriyono mendapatkan telepon dari Polda Jatim. Dia diminta melatih tim taekwondo polda. Meski waktunya mepet, Satriyono tak lantas pesimistis.

Dia optimistis mampu menjuarai ajang tersebut. Sebab, atlet yang tergabung pada tim itu sudah tidak asing baginya. Mereka merupakan mantan anak didiknya di sejumlah dojang, istilah tempat berlatih taekwondo. ’’Mereka dulu sudah sering ikut kejuaraan dan menang,’’ ungkap Satriyono.

Keyakinannya tidak meleset. Dari sepuluh atlet tim itu, semuanya merebut medali. Enam di antaranya emas. Empat lainnya perak. Bahkan, pada kategori kyorugi senior under 74 kilogram, dua atletnya meraih juara pertama dan kedua.

Satriyono sudah lama mengenal taekwondo. Ilmu bela diri dari Korea Selatan itu dipelajari sejak kelas V SD. Kebetulan tempat tinggalnya di Banyu Urip dekat dengan sebuah dojang.

Tujuannya bergabung dengan dojang itu sederhana. Satriyono ingat pesan bapaknya. Sebagai anak sulung, anak pertama di antara empat bersaudara, dia harus bisa melindungi adik-adiknya. ’’Kalau punya ilmu bela diri, kan punya bekal,’’ ujarnya.

Satriyono ternyata punya potensi. Dalam kejuaraan pertama yang diikuti setelah setahun berlatih, dia langsung mendapat medali emas. ’’Kelas bantam junior under 43. Kejuaraan daerah,’’ jelasnya.

Berselang setahun dia kembali berprestasi di ajang yang lebih tinggi. Saat mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas), dia merengkuh medali perak. ’’Tahun 1992 ikut pra-PON. Dapat perunggu,’’ ungkapnya dengan bangga.

Torehan itu membuatnya tampil sebagai atlet PON di Jakarta tidak lama kemudian. Satriyono mendapatkan medali emas. Dengan prestasi itu, dia dipanggil untuk mengikuti pelatnas taekwondo yang diproyeksikan turun di Asian Games Jepang. Sayangnya, dia tidak lolos.

Meski begitu, dia tetap mengikuti sejumlah kejuaraan setelahnya. Satriyono juga terus menorehkan prestasi. Hingga 1995 namanya dipanggil seleksi nasional (seleknas) proyeksi SEA Games Chiang Mai, Thailand. Namun, dia mengundurkan diri karena saat itu mau mendaftar polisi.

Nama besarnya sebagai atlet tidak pudar setelahnya. Dia masih mengikuti berbagai kejuaraan. Mulai kejuaraan daerah sampai nasional. ’’Tahun 1998 dipanggil seleknas lagi untuk SEA Games di Brunei,’’ katanya.

Satriyono beberapa kali mendapat medali emas pada kejuaraan internasional. Bukan hanya di Korea Selatan. Melainkan juga di Hongkong dan Amerika Serikat.

Pada 2013, dia mendapat kesempatan sekolah perwira. Satriyono akhirnya meninggalkan kesibukannya sebagai atlet. Dia memilih fokus berkarier sebagai polisi. Namun, di sela-sela tugas tetap menyempatkan diri membantu tim pelatih di dojang yang pernah dilatih. (*/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore