
MUSIBAH: Setiawan Adi Prayitno (kaos hitam), Kakak Nurdiyana, didampingi kuasa hukum M. Sholeh. Marlayem, ibu kotban, menangis saat dengan anaknya meninggal.
Pencarian Nurdiyana berakhir. Setelah hilang hampir satu bulan, Nurdiyana akhirnya kembali ”pulang.” Dalam pencarian, keluarga dibantu sejumlah pihak. Mulai tetangga hingga Kader Surabaya Hebat (KSH).
SEPTIAN NUR HADI, Surabaya
”KELUARGA masih shock. Kami berharap kasus ini segera tuntas. Pelaku mendapatkan hukuman setimpal,” kata Setiawan Adi Prayitno, kakak Nurdiyana, saat ditemui kemarin (11/5).
Harapan Setiawan itu menjadi kalimat pembuka setelah jenazah Nurdiyana dimakamkan. Keluarga belum bisa menerima kondisi Nurdiyana yang ”pulang” dalam kondisi tak lagi bernyawa.
Setelah dinyatakan hilang hampir satu bulan, Nurdiyana akhirnya ”pulang” ke rumahnya Rabu (10/5). Namun, kepulangan perempuan 14 tahun itu tidak disambut sukacita, melainkan tangis keluarganya. Nurdiyana ditemukan meninggal dunia di bekas gudang peluru di Kedung Cowek.
Keluarga masih terpukul dengan kejadian tersebut. Sebab, anaknya pulang dalam kondisi tak bernyawa.
Dari hasil pemeriksaan polisi, Nurdiyana meninggal dunia karena dibunuh mantan kekasihnya, YP.
Sebelum jenazahnya ditemukan, lebih dari sebulan keluarga mencari keberadaan Nurdiyana. Mereka mendatangi kawan-kawan anaknya. Sayangnya, upaya itu tak kunjung membawa hasil.
Informasi hilangnya Nurdiyana makin meluas. Tetangga ikut mencari. Pihak sekolah, kelurahan, hingga kecamatan pun turun tangan mencari Nurdiyana. Kader Surabaya Hebat (KSH) juga turut serta.
Salah seorang kader KSH yang ikut mencari adalah Ramiasih Yunita. Ramiasih belum mengenal keluarga Nurdiyana. Sebab, tempat tinggalnya dan rumah korban berjauhan. Ramiasih tinggal di Flat Randu. Nurdiyana beralamat di Jalan Kedung Mangu Timur III.
Informasi kehilangan Nurdiyana diketahui pada Senin (17/4), sehari setelah korban pergi dari rumah. Awalnya, Ramiasih tidak langsung ikut pencarian.
Perempuan 46 tahun itu memutuskan lebih dulu mengumpulkan data-data informasi. Namun, hingga 20 April, dua hari sebelum Lebaran, Nurdiyana belum juga ditemukan. Sebagai seorang ibu, dia dapat memahami perasaan keluarga korban.
”Pastinya orang tua korban khawatir. Apalagi ibunya,” kata dia.
Rasa empati itu menggerakkan hati Ramiasih. Dia ikut mencari Nurdiyana. Mulai di area Jembatan Suramadu, beberapa warung kopi dan traffic light (TL), hingga mendatangi rumah YP, mantan kekasih korban yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, di Pulo Wonokromo.
”Pencarian dilakukan setiap hari. Begitu ada informasi keberadaan Nurdiyana, saya bersama keluarga korban langsung mengecek ke lokasi,” ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
