
BERBAGAI KALANGAN: Beberapa korban setelah dievakuasi. Para anggota Kelompok Tunggal Jati Nusantara berasal dari beragam kalangan di Jember dan sekitarnya. (JAWA POS RADAR JEMBER)
Photo
BEROMBAK TINGGI: Pantai Payangan, Jember, lokasi ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara sebelum terseret ombak kemarin (13/2). (JAWA POS RADAR JEMBER)
Di IGD Puskesmas Ambulu, Feri mengakui bahwa sang ibu sudah melarangnya mengikuti ritual Kelompok Tunggal Jati Nusantara. ”Karena memang saya jarang pulang, ikut ritual ke mana-mana,” ucapnya.
Itulah yang membuatnya ibunya geram. Namun, kasih ibu tetaplah sepanjang jalan. Begitu mendengar sang anak menjadi korban di Pantai Payangan, Asiya ditemani keluarga bergegas datang.
Beruntung, Feri termasuk yang selamat. Entah mungkin karena masih ada sisa-sisa kemarahan, Asiya memilih tetap berada di ruang tunggu meski putranya sudah bisa ditemui.
”Saya memang tidak mau menemui Feri. Dia sudah sering saya marahi agar tidak ikut aliran yang aneh-aneh,” katanya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
