Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2020 | 10.03 WIB

Mengenal Abdul Karim, Penulis Alquran Raksasa Asal Banyuwangi

BAHAN BAKU: Abdul Karim menunjukkan kertas dari Jepang yang siap digunakan untuk penulisan Alquran raksasa. (Sulhan Hadi/Jawa Pos Radar Banyuwangi) - Image

BAHAN BAKU: Abdul Karim menunjukkan kertas dari Jepang yang siap digunakan untuk penulisan Alquran raksasa. (Sulhan Hadi/Jawa Pos Radar Banyuwangi)

Di Banyuwangi, sedikitnya ada lima Alquran berukuran raksasa. Lima mushaf itu merupakan buah keuletan Abdul Karim, warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng

SHULHAN HADI, Banyuwangi

Nama Abdul Karim sudah begitu dikenal. Terutama di kalangan pemerhati Alquran. Reputasinya diakui karena mampu menghasilkan sejumlah mushaf raksasa. Mayoritas dikerjakan seorang diri.

Jawa Pos Radar Banyuwangi mengunjungi rumahnya beberapa waktu lalu. Rumahnya tidak jauh dari gerbang Pondok Pesantren Bustanul Makmur Kebunrejo. Dia diketahui juga masih aktif menjadi salah satu pengajar di pesantren tersebut.

Pengabdian Abdul Karim di dunia pendidikan memang begitu panjang. Pensiunan guru pendidikan agama sejak 2013 itu merupakan guru di SMAN 1 Genteng selama 30 tahun. Di luar itu, Karim juga mengajar di sekolah lainnya. Tidak lupa, dia juga menyalurkan bakatnya, yakni menulis mushaf.

Kini pada masa pensiunnya dia masih terus aktif. Kegiatan hariannya tidak bisa dilepaskan dari dunia kaligrafi dan penulisan Alquran. Hingga kini, tercatat sudah ada lima Alquran raksasa yang dibuat.

Yang terakhir adalah sebuah Alquran ukuran raksasa yang kini berada di Glenmore. ’’Glenmore itu yang kelima. Pertama di Masjid Baiturrahman Genteng,’’ ungkap kakek empat cucu itu.

Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Karim menceritakan seluruh pengalaman penulisan Alquran raksasanya. Mulai yang pertama hingga kelima. Banyak cerita yang dituturkan.

Salah satunya Alquran yang paling sulit dibuat. Yakni, mushaf di Masjid Agung Baiturrahman (MAB). Alquran itu merupakan yang ketiga. ’’Itu yang paling lama,’’ katanya.

Bukan hanya itu, dia juga menceritakan sejumlah kejadian menarik yang dialami selama menekuni dunia tersebut. Salah satunya ketika dia dikunjungi sepasang suami istri.

Saat itu si perempuan yang sedang hamil meminta suaminya mengantarnya jalan-jalan. Awalnya tanpa tujuan. Ternyata, perjalanan itu berhenti di rumahnya. ’’Saat itu ternyata yang hamil ini hafizah (penghapal Alquran),’’ jelasnya.

Yang juga tidak bisa dilupakan adalah saat didatangi utusan seorang ulama di Ponorogo. Dia meminta Karim menuliskan ijazah dari sang kiai.

Sebab, para penulis di Ponorogo tidak mampu menyelesaikan penulisan 12 halaman ijazah. Karim awalnya ragu. Sebab, sejumlah orang yang sebelumnya diminta menulis tidak mampu menyelesaikannya. Konon, mereka tidak kuat. ’’Ya saat itu saya tanya, nanti setelah menulis ini jangan-jangan saya edan, dia menjawab tidak,’’ ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=afqpCNyHbmg

https://www.youtube.com/watch?v=A1NZ5K9giOM

https://www.youtube.com/watch?v=xn7lMzSZIj8

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore