Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2019 | 22.24 WIB

Umur Panjang Motor Kustom dan Dunia Kreatif di Sekelilingnya

Bingky merupakan  builder asal Indonesia yang karyanya terdengar hingga ke manca negara. - Image

Bingky merupakan builder asal Indonesia yang karyanya terdengar hingga ke manca negara.


Bagi laki-laki berambut sebahu itu, perkembangan motor kustom di Indonesia saat ini sangat pesat dibanding ketika dirinya mengawali usaha. "Hal itu ditandai dengan lahirnya bengkel-bengkel yang menerima kustom motor," ujarnya.


Di Jakarta, bengkel motor kustom sudah tersebar. Bukan hanya yang berada di pusat kota, kini bengkel yang berada di pinggiran alias di kampung juga dilirik para penggiat otomotif, khususnya roda dua, yang ingin melakukan perubahan pada motornya.


Misalnya Katros Garage yang dipercaya menggarap motor keluarga Presiden Jokowi. Sampai Puspa Kediri Custom di Bekasi yang karyanya pernah dipamerkan di Yokohama Hot Rod Custom Show, salah satu event paling dihormati dalam skema budaya kustom global. "Sekarang bukan cuma bengkel yang punya nama yang eksis. Bengkel yang masuk kampung-kampung juga mulai dilirik," ungkapnya.


Menurut Bingky, banyak alasan seseorang melakukan perubahan pada motornya. Salah satunya karena ingin terlihat berbeda dari yang lain. Juga karena ingin menunjukkan identitas pribadi.


Dalam hal mengustomisasi motor, bukan hanya keinginan yang dijadikan patokan. Dana yang dimiliki untuk mewujudkan keinginan tersebut juga penting. Sebab, melakukan perubahan motor memerlukan dana cukup besar.


Merebaknya tren motor kustom itu pun memicu lahirnya berbagai event bagi para penggemarnya. Di antaranya Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition (SAIME), BBQRide, Jogjakarta Kustomfest, Parjo, dan Custom Land. Juga mendorong munculnya dunia kreatif di sekelilingnya. Misalnya produk apparel atau dilibatkannya para builder dalam produksi film.


Bingky, misalnya, pernah menggarap mobil VW Combi untuk film Filosofi Kopi. Hanya, Bingky menyayangkan hasil karya seorang builder di situ yang hanya dinilai dan dihargai rendah. "Berbeda kalau di Amerika. Hasil karya seorang builder bisa dihargai tiga kali lipat dari harga motor aslinya," kata dia.


Ananda Omesh, presenter televisi yang juga penggemar motor kustom, mengakui bahwa perkembangan dunia yang diikutinya secara intens itu sangat pesat. "Ya, kalau dilihat sekarang motor sudah jadi hobi. Malahan bisa jadi investasi juga," ujar pemilik berbagai jenis moge (motor gede) yang sudah dikustom tersebut.


Pemilik merek apparel Tigrehood itu berharap ke depan para pencinta roda dua atau builder dapat membuat karya atau tren positif yang dapat dibanggakan. "Dan semoga kian mendapatkan dukungan dari pemerintah juga," harapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore