
Bingky merupakan builder asal Indonesia yang karyanya terdengar hingga ke manca negara.
Bagi laki-laki berambut sebahu itu, perkembangan motor kustom di Indonesia saat ini sangat pesat dibanding ketika dirinya mengawali usaha. "Hal itu ditandai dengan lahirnya bengkel-bengkel yang menerima kustom motor," ujarnya.
Di Jakarta, bengkel motor kustom sudah tersebar. Bukan hanya yang berada di pusat kota, kini bengkel yang berada di pinggiran alias di kampung juga dilirik para penggiat otomotif, khususnya roda dua, yang ingin melakukan perubahan pada motornya.
Misalnya Katros Garage yang dipercaya menggarap motor keluarga Presiden Jokowi. Sampai Puspa Kediri Custom di Bekasi yang karyanya pernah dipamerkan di Yokohama Hot Rod Custom Show, salah satu event paling dihormati dalam skema budaya kustom global. "Sekarang bukan cuma bengkel yang punya nama yang eksis. Bengkel yang masuk kampung-kampung juga mulai dilirik," ungkapnya.
Menurut Bingky, banyak alasan seseorang melakukan perubahan pada motornya. Salah satunya karena ingin terlihat berbeda dari yang lain. Juga karena ingin menunjukkan identitas pribadi.
Dalam hal mengustomisasi motor, bukan hanya keinginan yang dijadikan patokan. Dana yang dimiliki untuk mewujudkan keinginan tersebut juga penting. Sebab, melakukan perubahan motor memerlukan dana cukup besar.
Merebaknya tren motor kustom itu pun memicu lahirnya berbagai event bagi para penggemarnya. Di antaranya Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition (SAIME), BBQRide, Jogjakarta Kustomfest, Parjo, dan Custom Land. Juga mendorong munculnya dunia kreatif di sekelilingnya. Misalnya produk apparel atau dilibatkannya para builder dalam produksi film.
Bingky, misalnya, pernah menggarap mobil VW Combi untuk film Filosofi Kopi. Hanya, Bingky menyayangkan hasil karya seorang builder di situ yang hanya dinilai dan dihargai rendah. "Berbeda kalau di Amerika. Hasil karya seorang builder bisa dihargai tiga kali lipat dari harga motor aslinya," kata dia.
Ananda Omesh, presenter televisi yang juga penggemar motor kustom, mengakui bahwa perkembangan dunia yang diikutinya secara intens itu sangat pesat. "Ya, kalau dilihat sekarang motor sudah jadi hobi. Malahan bisa jadi investasi juga," ujar pemilik berbagai jenis moge (motor gede) yang sudah dikustom tersebut.
Pemilik merek apparel Tigrehood itu berharap ke depan para pencinta roda dua atau builder dapat membuat karya atau tren positif yang dapat dibanggakan. "Dan semoga kian mendapatkan dukungan dari pemerintah juga," harapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
