Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Februari 2019 | 21.49 WIB

"Jalan Sunyi" Gloria Elsa: Merias Jenazah tanpa Memungut Bayaran

Gloria Elsa - Image

Gloria Elsa


Ada yang memuji "wah cantiknya" tiap kali dia selesai merias jenazah sudah merupakan kegembiraan tak terhingga bagi Gloria Elsa. Tapi, kadang dia kesal juga saat menghadapi permintaan berlebihan, misalnya, rambut yang meninggal diminta disasak.


DIMAS NUR APRIYANTO, Jakarta


---


NAMANYA juga berkaitan dengan orang meninggal, sudah pasti suasananya sedih. Tapi, tiap kali mengingat apa yang pernah dia alami pada Juni tahun lalu itu, Gloria Elsa selalu sulit menahan tawa.


"Saya tengah merias wajah jenazah tante dari teman saya. Eh, begitu tahu saya pakai alat make-up bermerek, anak dari yang meninggal ini sambil sesenggukan bertanya, tante ini nanti saya harus bayar berapa," kenang Gloria, lantas tertawa lebar.


Perempuan 36 tahun itu pun segera menenangkan anak yang tengah berduka sekaligus khawatir akan biaya periasan jenazah sang ibu itu. "Nggak usah dibayar. Alat-alat make-up ini hasil sumbangan orang kok," kata Gloria, mengulang yang dia katakan saat itu.


Sudah sejak 2016 Gloria beramal di "jalan sunyi" itu. Menjadi perias jenazah tanpa memungut bayaran. Setidaknya 30 jenazah pernah dia tangani.


Semua bermula ketika sang ibu memintanya merias jenazah sang tante. Sehari-hari Gloria memang mencari nafkah di dunia rias-merias. Atau dalam penyebutan Gloria sendiri: make-up artist (MUA).


Karena tidak ada persiapan, alat-alat make-up yang biasa dipakai untuk merias wajah pengantin juga disimpan di rumah, ia meminjam lipstik dan bedak dari anggota keluarga lain. "Kali pertama merias jenazah tante itu jantung saya berdegup kencang," kenangnya.


Tapi, rasa deg-degan itu berubah menjadi kelegaan luar biasa setelah sang tante terlihat cantik sebelum disemayamkan di peti jenazah untuk kemudian dimakamkan. Dan, dari pengalaman itu, dia akhirnya membulatkan tekad untuk memberikan layanan rias jenazah tanpa memungut bayaran. "Aku dan suami berkomitmen, untuk urusan sosial mendingan jangan menerima uang," ujar Gloria.


Sehari-hari Gloria bukanlah MUA bertarif mahal. Dia mengaku hanya membanderol pengguna jasanya sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu.


Gloria menuturkan, dirinya tak bisa mematok harga tinggi. Sebab, khawatir kalah bersaing dengan MUA profesional lain yang memiliki jam terbang tinggi. Konsumen langganannya biasanya sepasang kekasih yang menahbiskan cinta di pelaminan.


Kesibukan mengais nafkah sebagai MUA itu pula yang membuat Gloria hanya bisa melayani rias jenazah di Jakarta. Apalagi, tiap kali merias jenazah, Gloria butuh waktu setidaknya 1,5 jam.


Bahkan, jika jenazah meninggal akibat kecelakaan, bisa lebih panjang lagi waktu yang dibutuhkan. Itu seperti yang dia alami saat menangani korban meninggal kecelakaan dengan pendarahan di kepala dua tahun silam."Saya baru bisa meriasnya setelah luka bekas kecelakaan dijahit. Butuh lebih dari 1,5 jam untuk menyelesaikan riasan," kenangnya.


Meski tak memungut bayaran, kesungguhan Gloria dan merias jenazah dipuji Joyce Eleanor Noya. Itu berdasar pengalamannya saat Gloria menangani adiknya yang meninggal pada Agustus tahun lalu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore