Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Februari 2019 | 21.27 WIB

Sadar Kadang Ada Yang Mendekati karena Dia Cucu Proklamator

Gustika Fardani Jusuf bersama sang ibu Halida Hatta berpose di depan patung Multatuli di halaman samping Museum Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten (21/2). - Image

Gustika Fardani Jusuf bersama sang ibu Halida Hatta berpose di depan patung Multatuli di halaman samping Museum Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten (21/2).


Prinsip kejujuran dan kedisiplinan Bung Hatta, menurut Gustika Jusuf Hatta, terus dirawat di keluarga besar. Tak tertarik terjun ke politik.


MOH. HILMI SETIAWAN, Lebak


---


DENGAN sedikit menahan senyum, Gustika Jusuf Hatta bertanya balik, "Ada kayu gak. Pengin getok pakai kayu.'' Dan, senyumnya pun lantas mengembang.


Lepas tengah hari kemarin (21/2) itu, cucu Proklamator Mohammad Hatta tersebut baru saja menyampaikan kuliah umum di Museum Multatuli.


Yang dihelat dalam rangka perayaan ulang tahun pertama museum di Rangkasbitung, Lebak, Banten, tersebut.


Sebelum memenuhi undangan makan siang Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, didampingi sang ibunda Halida Hatta, Gustika menyempatkan mengelilingi museum. ''Orang-orang di Lebak beruntung. Museum Multatuli-nya lebih bagus dan lebih besar dibanding di (Amsterdam, Red) Belanda,'' kata alumnus studi perang King's College, London, Inggris, itu.


Perempuan 25 tahun tersebut tampil sangat kasual. Dengan setelan baju cokelat serta celana hitam yang terlihat bolong di bagian lutut. Sneakers putih menemani penampilannya.


Di sela-sela berkeliling museum itulah, Jawa Pos menanyakan apakah dia tak tertarik terjun ke politik. Dan, respons dalam nada bercanda tadi jelas memperlihatkan keengganan. Setidaknya sekarang.


Ya, setidaknya sekarang. Sebab, darah politik mengalir deras dalam dirinya. Kakeknya sudah aktif dalam pergerakan sejak di kampung halamannya di Bukittinggi, Sumatera Barat, dilanjutkan ketika kuliah di Belanda, hingga kembali ke Jakarta.


Bung Hatta dikaruniai tiga putri dari pernikahannya dengan Rachmi Rachim: Meutia, Gemala, dan Halida. Jalan politik pernah dirasakan Meutia dan Halida. Sebelum mundur, Halida terlibat di Gerindra.


Menyandang nama besar Hatta, bagi Gustika, mengandung beban tersendiri. Dia terkadang merasa, ada orang yang mendekatinya lantaran dirinya cucu proklamator. Atau, nama sang kakek dimunculkan demi kepentingan tertentu.


Beberapa waktu lalu nama Gustika sempat terseret ke dalam konstelasi pemilihan presiden. Pemicunya saat itu adalah ucapan Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Saat itu Dahnil menyamakan Sandiaga dengan Bung Hatta.


Gustika melalui akun Twitter pribadi, @Gustika, kemudian merespons. "Untuk orang yang kesabarannya minus kayak gue gini denger kakek gue disamain dengan Sandiaga Uno rasanya mau muntah," tulisnya di Twitter.


Namun, akhirnya perseteruan tersebut mereda. Gustika kemudian menuturkan masih punya hubungan kekerabatan dengan Sandiaga. Adik ayah Gustika, Gary Rachman Makmun Jusuf, menikah dengan sepupu mantan wakil gubernur Jakarta itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore