
Stenly Tatoy mendapat perawatan medis usai hilang hampir tiga bulan.
Selebihnya, untuk menghabiskan waktu, dia hanya bisa berdoa. Siang dan malam. Bahkan, Alkitab yang dia bawa sampai habis dia baca.
Menurut Alfonsus Tatoy, ayah Stenly, informasi pertama mengenai keberadaan sang anak diperoleh melalui unggahan di Facebook milik Amelia Deasy Nathaniel, seorang WNI yang bekerja di Pulau Yap.
Pada 7 Oktober lalu, melalui Facebook, Amelia mengirim pesan ke akun Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Ibu susi.... TOLONG ada nelayan yg hanyut lgi sampai ke kepulauan Yap. Saat ini Saya tnggal dsni Dan membantu menjadi penerjemah utk polisi Dan imigrasi dsni." Demikian tulis Amelia.
Sebelumnya, ketika mengetahui Stenly hilang, Alfonsus Tatoy, sang ayah, langsung melapor ke polisi. ''Bersama istri saya terus berdoa siang malam. Tapi, ia (Stenly) sudah jauh hanyut dan tak bisa ditemukan,'' ungkapnya.
Alfonsus kini hanya berharap putranya yang telah berkeluarga itu bisa segera pulang. ''Mengetahui dia selamat, saya lega sekali. Kiranya ia bisa sampai di sini dengan selamat,'' ujar ayah enam anak itu.
Saat ini Stenly ditampung Paul J. Ayin, kapten kapal yang menyelamatkannya. Dia bisa tinggal di sana karena Paul bisa memberikan jaminan kepada pihak keamanan setempat.
"Saya hanya bisa balas budi membersihkan rumah Pak Kapten," katanya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Imigrasi Kelas I-A Manado Friece Sumolang menyebutkan, pihaknya sudah menghubungi Kementerian Luar Negeri dari Direktorat Perlindungan. "Mereka sudah memberikan jawaban bahwa saat ini Saudara Stenly sudah ditangani Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Tokyo, Jepang," katanya.
Keduataan, kata Friece, terus melakukan kontak dengan pihak-pihak terkait di Mikronesia. "Muda-mudahan dalam waktu dekat Stenly bisa dikembalikan ke Indonesia dan bertemu dengan keluarga," katanya.
Hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Jawa Pos telah berusaha menghubungi Dirjen Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Internasional (BHI) Lalu Muhammad Iqbal, tapi belum mendapat jawaban. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir juga belum merespons upaya konfirmasi dari Jawa Pos melalui telepon maupun WhatsApp.
Stenly berharap proses imigrasi itu tidak memakan waktu terlalu lama. "Kalau sudah mau balik, pasti saya mau hubungi keluarga saya lagi," kata Stenly.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
