
Saiful Rijal saat memblock smash dari tim Jepang ketika Asian Games lalu.
JawaPos.com - Saiful Rijal bukan lagi pemuda kampung biasa. Bukan sekadar pemain sepak takraw. Pemuda 28 tahun itu kini menjelma menjadi inspirasi bagi anak-anak di kampung halamannya di Sumberurip, Pronojiwo, Lumajang.
Rijal adalah motivasi sekaligus cermin untuk meraih kesuksesan.
Bagi anak-anak di kaki Gunung Semeru itu saat ini, jika ingin sukses, mereka harus becermin kepada Rijal. Begitulah semangat yang kini bergemuruh di dada anak-anak Sumberurip, Pronojiwo. "Banyak anak-anak yang ingin jadi seperti Rijal," kata Suganda, guru SMP Nusantara Pronojiwo yang menjadi pelatih Rijal ketika dulu memulai belajar sepak takraw.
Suganda senang dengan mimpi anak-anak tersebut. "Saya bilang ke mereka, kalau mau seperti Rijal, maka harus kerja keras, disiplin, dan rajin latihan," sebut Suganda.
Sebelum Asian Games 2018 digelar, Rijal tak ubahnya pemuda kampung lainnya. Dia hanya dianggap sebagai tetangga, kakak, maupun bagian dari warga kampung. Tidak lebih. Padahal, Rijal sudah berstatus pemain nasional. Sejak 2009, dia bergabung dengan pelatnas. Saat SEA Games 2011 di Palembang, dia dan timnya menyumbangkan satu emas dan dua perak.
Tapi, torehan Rijal itu belum membuat banyak orang "meliriknya". Tak terkecuali anak-anak. Memang dulu ada yang mengajaknya berfoto. Tapi, tak banyak. "Dulu yang minta foto paling cuma teman yang tahu saja. Yang aktif dan sering update di medsos saja," ujar Rijal, kemudian tersenyum.
Asian Games 2018 mengubah segalanya. Apalagi, pertandingan final sepak takraw nomor kuadran saat itu ditayangkan secara langsung. Jutaan pasang mata menyaksikannya lewat layar kaca. Namanya juga kerap disebut-sebut presenter televisi saat laga final tersebut. Jadinya, Rijal sangat populer. Apalagi, Indonesia meraih medali emas dan medali itu menjadi medali emas kontingen Merah Putih di ajang olahraga antarbangsa Asia ke-18 tersebut.
Gara-gara itu semua, anak-anak di desanya termotivasi mengikuti jejaknya. Bukan hanya itu, Rijal pun laris manis diajak berfoto warga desanya. Begitu dia pulang ke Sumberurip, rumahnya sering dikunjungi tetangga atau kerabat. Dalam sehari minimal tiga orang yang bertamu. "Sekarang yang minta foto banyak sekali. Kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak," canda Rijal.
Tapi, bukan itu yang membahagiakan dirinya. Banyaknya anak-anak di kampungnya yang termotivasi menjadi pahlawan olahraga yang membuatnya bahagia dan semakin semangat berprestasi. Itu pula yang memotivasinya untuk membantu anak-anak kampungnya mengasah kemampuan bermain sepak takraw.
"Saya mau jadi pelatih daerah. Mungkin awalnya jadi asisten pelatih dulu di sekolah. Bantu-bantu buat membina murid-murid," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
