Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juni 2018 | 14.55 WIB

Representasikan Keberagaman Dalam Diri 17 Anak

Para pemain dan crew film Indonesia Satu. - Image

Para pemain dan crew film Indonesia Satu.


Hari membocorkan, pada ending film sang ibu wadul ke suaminya. Sosok ayah itulah yang kemudian mendamaikan 17 anak-anaknya. Walaupun mereka mengenakan pakaian yang berbeda-beda, tapi pada akhirnya mereka bisa kompak, bergandengan satu sama lain. "Film ini bukan komersil. Kami ingin mengedukasi orang-orang agar kembali mencintai tanah air di tengah keberagaman yang ada," tambahnya.


Film yang disutradarai Handoko AN itu berkonsep surealis. Bergaya seperti drama musikal. Indonesia Satu akan diunggah di YouTube.


Hari menuturkan, mereka memang sengaja melibatkan anak-anak dengan beraneka ragam karakter. Anak-anak itu juga mewakili wajah Indonesia. Ada yang Tionghoa, Jawa, dan berasal dari Indonesia Timur. "Ya, mereka ini miniatur Indonesia," tutur pria berkaca mata tersebut.


17 Anak-anak itu juga melalui proses casting. Saat JawaPos.com menyaksikan proses pembuatan film, para orang tua mereka tampak sabar menunggu.


Hari mengakui, chemistry antar-pemain sudah terkoneksi dengan baik. "Akhirnya jadi keluarga baru. Guyon bareng. Nggak cuma anak-anaknya, orang tuanya juga. Melihatnya jadi senang. Kerukunan seperti ini yang coba ditampilkan di film," tutur ayah dua orang anak tersebut.


Lantaran bukan film komersil, anak-anak itu tidak memburu bayaran. Paling mereka cuma dapat uang pengganti transport.


Proyek film indie diharapkan tuntas pada 17 Agustus. Nantinya akan ada nonton bareng (nobar) sekaligus diskusi tentang film. Pemutaran perdana akan dilakukan di Kantor Sekretariat PAPPRI, Jalan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. "17 Agustus itu bukan target. Ya prosesnya biar jalan saja. Nanti saat nobar kami juga akan hadirkan kritikus film," ungkap alumnus SMA Freteran Surabaya itu.


Sementara itu, sutradara Handoko AN mengakui mengambil proyek film itu karena kesumpekan. Skenario Indonesia Satu adalah yang diidam-idamkannya. Sutradara asal Jogjakarta itu memang sengaja mencari anak-anak dengan karakter yang berbeda. "Dengan kepolosan yang dimiliki, mereka bisa menyampaikan pesan-pesan yang ada di film ini kepada masyarakat," sebut Handoko.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore