
Para pemain dan crew film Indonesia Satu.
Hari membocorkan, pada ending film sang ibu wadul ke suaminya. Sosok ayah itulah yang kemudian mendamaikan 17 anak-anaknya. Walaupun mereka mengenakan pakaian yang berbeda-beda, tapi pada akhirnya mereka bisa kompak, bergandengan satu sama lain. "Film ini bukan komersil. Kami ingin mengedukasi orang-orang agar kembali mencintai tanah air di tengah keberagaman yang ada," tambahnya.
Film yang disutradarai Handoko AN itu berkonsep surealis. Bergaya seperti drama musikal. Indonesia Satu akan diunggah di YouTube.
Hari menuturkan, mereka memang sengaja melibatkan anak-anak dengan beraneka ragam karakter. Anak-anak itu juga mewakili wajah Indonesia. Ada yang Tionghoa, Jawa, dan berasal dari Indonesia Timur. "Ya, mereka ini miniatur Indonesia," tutur pria berkaca mata tersebut.
17 Anak-anak itu juga melalui proses casting. Saat JawaPos.com menyaksikan proses pembuatan film, para orang tua mereka tampak sabar menunggu.
Hari mengakui, chemistry antar-pemain sudah terkoneksi dengan baik. "Akhirnya jadi keluarga baru. Guyon bareng. Nggak cuma anak-anaknya, orang tuanya juga. Melihatnya jadi senang. Kerukunan seperti ini yang coba ditampilkan di film," tutur ayah dua orang anak tersebut.
Lantaran bukan film komersil, anak-anak itu tidak memburu bayaran. Paling mereka cuma dapat uang pengganti transport.
Proyek film indie diharapkan tuntas pada 17 Agustus. Nantinya akan ada nonton bareng (nobar) sekaligus diskusi tentang film. Pemutaran perdana akan dilakukan di Kantor Sekretariat PAPPRI, Jalan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. "17 Agustus itu bukan target. Ya prosesnya biar jalan saja. Nanti saat nobar kami juga akan hadirkan kritikus film," ungkap alumnus SMA Freteran Surabaya itu.
Sementara itu, sutradara Handoko AN mengakui mengambil proyek film itu karena kesumpekan. Skenario Indonesia Satu adalah yang diidam-idamkannya. Sutradara asal Jogjakarta itu memang sengaja mencari anak-anak dengan karakter yang berbeda. "Dengan kepolosan yang dimiliki, mereka bisa menyampaikan pesan-pesan yang ada di film ini kepada masyarakat," sebut Handoko.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
