
TETAP SEMANGAT: Purnomo saat dijenguk para mantan atlet di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta (25/4).
Limfoma dibedakan menjadi dua, yaitu limfoma hodgkin dan limfoma non-hodgkin, berdasar bentuk kelainan sel kanker yang dilihat di bawah mikroskop.
Seperti umumnya mereka yang menjalani kemoterapi, Purnomo mengaku efek yang paling dia rasakan adalah nyeri. Pada 23-29 April lalu, dia sempat tirah baring (bed rest) di rumah sakit.
Pada masa tirah baring itulah dia juga menjalani kemoterapi selama lima hari nonstop. Kini dia harus kontrol setiap akhir pekan. Saat ditemui Jawa Pos, dia juga tengah bersiap kembali menjalani kemoterapi.
Tapi, dengan segala perjuangan melawan kanker itu, semangatnya tetap menyala. Dalam wawancara selama sekitar sejam dengan Jawa Pos, senyum nyaris tak pernah lepas dari wajah Purnomo.
Intonasi pria yang pernah bekerja di salah satu apparel itu bahkan terdengar menggebu begitu berbicara tentang masa depan atlet. Maklum, sampai kini dia masih aktif di Indonesia Olympian Association (IOA). Purnomo termasuk penggagas organisasi nonprofit yang berisi mantan peserta Olimpiade dari Indonesia yang berkonsentrasi untuk kemajuan olahraga dan kesejahteraan atlet itu.
Menurut Purnomo, meski kini pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menggaransi bonus besar bagi peraih medali di berbagai ajang multievent, termasuk Olimpiade, itu belum cukup. "Kalau ganti pemerintahan, bisa saja kebijakan berganti," ujarnya.
Untuk itu, dibutuhkan payung hukum. Salah satunya melalui perubahan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang tengah digodok Komisi X DPR.
Purnomo bersyukur IOA saat ini dipimpin Yayuk Basuki, mantan petenis nasional yang juga anggota Komisi X DPR. Gayung bersambut. Apa yang disuarakan Purnomo dan para olimpian lainnya itu juga didukung penuh oleh Yayuk.
"Apa yang sudah diperjuangkan Mas Pur dan senior yang lain tentu menjadi tugas saya juga," timpal Yayuk.
Terkait dengan ujian yang dialami Purnomo, Yayuk juga memberikan dukungan penuh agar seniornya tersebut bisa segera pulih. Bersama dengan anggota IOA yang lain, Yayuk juga sempat menjenguk Purnomo di Rumah Sakit Siloam, kawasan Semanggi, Jakarta. "Saya melihat Mas Pur teguh sekali untuk berjuang melawan penyakit yang diderita," kata Yayuk.
Saking bersemangatnya berbicara tentang masa depan atlet, Purnomo tak menyinggung minimnya perhatian pemerintah terhadap apa yang dialami sampai saat ini. Sampai sekarang, suami Endang Irmastiwi itu belum mendapatkan bantuan sedikit pun dari pemerintah. Padahal, dana miliaran rupiah sudah dia keluarkan sejak 2015 silam untuk penyembuhan.
Yang ada di benak Purnomo justru bagaimana mengabdikan hidupnya untuk kesejahteraan para koleganya di arena olahraga. "Itu menjadi mimpi saya bila sembuh nanti, bisa berbuat untuk sesama atlet dan mantan atlet yang lain," terangnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
