Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 April 2018 | 21.45 WIB

Kesibukan Indra Sjafri Menjalani Multiperan di Klub dan Akademi

Menpora Imam Nahrawi dan Indra Sjafri menandatangani bola pada Okky Splash Youth Soccer League 2018 seusai konpres di Kemenpora Jakarta. - Image

Menpora Imam Nahrawi dan Indra Sjafri menandatangani bola pada Okky Splash Youth Soccer League 2018 seusai konpres di Kemenpora Jakarta.


Tapi, Indra mengaku belum menegaskan apa posisinya di Bayi Ajaib. "Yang jelas, saya bersama ustad (Yusuf Mansur, Red) ingin Persikota hidup kembali. Kami sudah mulai menata, termasuk manajemen, untuk liga dan mulai melakukan latihan untuk persiapan ke depan," ujarnya.


Kalau di Persikota belum dipatenkan, di Malang United dan Persika posisi Indra sudah jelas. Di Malang United yang berlaga di Liga 3, dia menjadi direktur utama. Sedangkan di Persika yang akan tampil di Liga 2, menjabat direktur teknik.


Selama ini Indra dikenal sebagai pelatih yang piawai mencium bakat. Para penggawa timnas Piala AFF U-19 yang juara pada 2013 merupakan hasil perburuannya ke berbagai pelosok tanah air selama sekitar dua tahun.


Dari tim itu, lahirlah Evan, M. Hargianto, Hansamu Yama, Putu Gede Juniantara, Ilham Udin Armayn yang kini juga menjadi tulang punggung timnas U-23. Sebagian juga di timnas senior.


Sebelum membentuk timnas U-19 untuk Piala AFF U-19 2017, Indra juga menghelat seleksi di berbagai kota. Dari tim itu mencuatlah sejumlah talenta. Di antaranya, Egy, Rachmat Irianto, Syahrian Abimanyu, Hanis Saghara, dan Feby Eka Putra.


Bersama ISYM Management, Indra ingin mengelola tiga klub itu dengan cara yang baru. Di antaranya dalam aspek suporter dan pembinaan usia muda.


"Akan kami kelola seperti klub-klub Eropa. Suporter harus terdaftar, jadi tidak akan ada suporter liar yang hanya mengaku-ngaku," tegasnya.


FC Barcelona dan Manchester United merupakan kiblat klub ideal Indra. Dua klub tersebut kuat karena disokong pembinaan usia dini yang berkelanjutan. Pemain-pemain jebolan akademi klub-klub itu pun sudah menyebar berkiprah di liga terkenal Benua Biru. "Kami berharap bisa mewujudkan itu. Tentunya tidak dalam waktu singkat," katanya.


Yang pasti, langkah ke sana sudah dimulai dengan pendirian Indra Sjafri Football Academy di Bontang, Kalimantan Timur, pada 15 Februari lalu. Akademi tersebut menampung anak-anak usia 12 hingga 16 tahun. Tentunya melalui tahapan seleksi dari seluruh pelosok Nusantara.


Di akademi, Indra memilih berperan sebagai talent scouting. "Masih ikut mencari dan menyeleksi bersama tim untuk pemain-pemain baru. Terus juga ikut melatih, tapi tidak setiap hari," ungkapnya.


Karena di masing-masing klub dan akademi sudah ada manajemen yang menangani, Indra tak perlu menyambanginya tiap hari. Dan, memang sulit mengingat jauhnya jarak.


Jadwal kedatangannya ke klub dan akademi pun tak tentu. Kadang tiga hingga empat hari di Persikota, lalu ke Karawang. Atau kadang juga tiga sampai empat hari di Bontang. "Bergantung kebutuhan," katanya.


Misi mencetak minimal 1.000 pelatih profesional juga baru dimulai setelah Indra mengikuti kursus lisensi A Pro AFC di bulan ini. Sementara ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan PSSI terkait legalitas pelatihan yang akan dilakukan.


Di tengah semua kesibukan itu, Indra juga tak menutup kemungkinan bakal melatih timnas ataupun klub Liga 1 lagi. "Kan bagus nantinya. Jadi pelatih bisa, manajemen klub bisa, manajemen perusahaan juga bisa," katanya.


Tapi, untuk saat ini, Indra akan berfokus dulu pada misi yang dia usung bersama Ustad Yusuf. Sebab, untuk mengurusi semuanya itu saja, waktunya sudah sangat terbatas.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore