
HARTA KARUN: Naskah-naskah kuno yang disimpan di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan.
Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata sampai saat ini sudah berhasil mengumpulkan 33 manuskrip kuno. Semua disimpan di sebuah lemari kaca dan dipajang di depan ruang administrasi.
''Beberapa waktu lalu, peneliti dari Malaysia dan Jepang sampai ke sini untuk melihat langsung naskah-naskah kuno ini,'' terang Ahmadi.
Pihak pesantren melakukan perawatan semampunya pada manuskrip-manuskrip tersebut. Misalnya, seperti dituturkan Ahmadi, debu-debu di lembar naskah itu dibersihkan dengan kain.
''Padahal, kalau orang luar, memperlakukan naskah lama itu sangat hati-hati," ujarnya, lantas tertawa kecil.
Menurut Kepala Badan Otonom Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata Wahyudi Effendi, tingkat kesulitan membaca huruf Jawa kuno sangat tinggi. Karena itu, santri yang diberi kesempatan belajar hingga ke Indramayu harus santri yang ber-IQ tinggi. Untuk saat ini, baru enam orang yang dikirim.
''Anak-anak butuh waktu sebulan untuk menguasai cara membaca huruf Jawa kuno,'' terang Wahyudi.
Metode belajarnya senyaman pribadi mereka masing-masing. Misalnya, Subyan, santri paling senior. Dia biasanya belajar membaca sejak pagi. ''Kalau sudah pusing, berhenti dulu. Puyengnya hilang, belajar lagi sorenya," tuturnya.
Membaca huruf Jawa kuno juga cukup rumit menurut Mohammad Faizin, santri lain. Karena hurufnya ditulis tangan semua, tentu agak repot jika harus membaca gaya tulisan tangan yang berbeda-beda. ''Karakternya itu lain-lain," ujar Faizin.
Setelah enam santri itu pulang, rencananya Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata membuka semacam klub baru. Klub untuk belajar membaca naskah kuno. Selama ini kelas khusus yang dimaksud itu lebih banyak mempelajari bahasa asing. Yakni, bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Jerman, hingga Mandarin.
Nah, kelas membaca naskah Jawa kuno tersebut akan menjadi kelas pertama yang mempelajari bahasa lokal. ''Jadi, nanti para santri ini yang mengajar adik-adik kelas mereka cara membaca manuskrip Jawa kuno," tandas Wahyudi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
