Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Maret 2018 | 21.38 WIB

Upaya Ponpes Mambaul Ulum Bata - Bata Pamekasan Lestarikan Manuskrip

HARTA KARUN: Naskah-naskah kuno yang disimpan di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan. - Image

HARTA KARUN: Naskah-naskah kuno yang disimpan di Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan.


Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata sampai saat ini sudah berhasil mengumpulkan 33 manuskrip kuno. Semua disimpan di sebuah lemari kaca dan dipajang di depan ruang administrasi.


''Beberapa waktu lalu, peneliti dari Malaysia dan Jepang sampai ke sini untuk melihat langsung naskah-naskah kuno ini,'' terang Ahmadi.


Pihak pesantren melakukan perawatan semampunya pada manuskrip-manuskrip tersebut. Misalnya, seperti dituturkan Ahmadi, debu-debu di lembar naskah itu dibersihkan dengan kain.


''Padahal, kalau orang luar, memperlakukan naskah lama itu sangat hati-hati," ujarnya, lantas tertawa kecil.


Menurut Kepala Badan Otonom Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata Wahyudi Effendi, tingkat kesulitan membaca huruf Jawa kuno sangat tinggi. Karena itu, santri yang diberi kesempatan belajar hingga ke Indramayu harus santri yang ber-IQ tinggi. Untuk saat ini, baru enam orang yang dikirim.


''Anak-anak butuh waktu sebulan untuk menguasai cara membaca huruf Jawa kuno,'' terang Wahyudi.


Metode belajarnya senyaman pribadi mereka masing-masing. Misalnya, Subyan, santri paling senior. Dia biasanya belajar membaca sejak pagi. ''Kalau sudah pusing, berhenti dulu. Puyengnya hilang, belajar lagi sorenya," tuturnya.


Membaca huruf Jawa kuno juga cukup rumit menurut Mohammad Faizin, santri lain. Karena hurufnya ditulis tangan semua, tentu agak repot jika harus membaca gaya tulisan tangan yang berbeda-beda. ''Karakternya itu lain-lain," ujar Faizin.


Setelah enam santri itu pulang, rencananya Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata membuka semacam klub baru. Klub untuk belajar membaca naskah kuno. Selama ini kelas khusus yang dimaksud itu lebih banyak mempelajari bahasa asing. Yakni, bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Jerman, hingga Mandarin.


Nah, kelas membaca naskah Jawa kuno tersebut akan menjadi kelas pertama yang mempelajari bahasa lokal. ''Jadi, nanti para santri ini yang mengajar adik-adik kelas mereka cara membaca manuskrip Jawa kuno," tandas Wahyudi. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore