Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2018 | 15.45 WIB

Sempat Vakum, Latihan 4 Hari, Hingga Raih Perak di SEAFF Champ 2018

Dinda Maulidya saat meraih medali perak pada ajang South East Asia Fencing Federation Championship 2018 - Image

Dinda Maulidya saat meraih medali perak pada ajang South East Asia Fencing Federation Championship 2018

Perjuangan seorang atlet untuk berprestasi tidaklah mudah. Selain porsi latihan rutin, juga diberlakukan latihan tambahan. Bagi Dinda Maulidya, perjuangan mengharumkan merah putih sudah menjadi tanggungjawabnya sebagai atlet anggar.



Aryo Mahendro



Wajah bahagia masih nampak jelas terlihat di raut wajah Dinda Maulidya, sewaktu ditemui JawaPos.com, Selasa (6/2) sore, di sebuah coffee shop di Grand City, Surabaya.


Maklum saja, dia baru saja melibas sejumlah atlet anggar pada event Southeast Asian Fencing Federation (SEAFF) Championship 2018. Kejuaraan anggar itu berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (21/1).


Kompetitornya dari negara-negara Asia Tenggara di cabang olah raga anggar. Sebut saja Vietnam, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapora, dan Kamboja. Sistem pertandingannya menentukan pemenang berdasarkan ranking hingga sistem gugur.


Langkahnya terhenti sewaktu bertemu dengan Kontingen Vietnam. Meski hanya terpaut tipis, satu angka, 15-14, Dinda harus menerima posisinya di urutan 16 besar pada kategori single match.


Meski demikian, kekalahannya atas Vietnam belum final. Dia harus kembali berjuang pada kategori beregu. Sebagai informasi, satu tim dalam pertandingan beregu pada olah raga anggar digawangi 3 atlet. Menang atau kalah, tiap anggota regu punya lawannya sendiri.


Berbekal pengalaman di dunia anggar sejak 10 tahun lalu dan kompetisi internasional se-Asia yang digelar di Bali beberapa tahun lalu jadi satu-satunya harapan. Dinda tetap berusaha, meski harus bersanding dengan sesama atlet asal Jawa Timur dan Kalimantan dengan gaya tanding dan intensitas latihan yang berbeda.


Usahanya berbuah manis. Dinda dan timnya unggul usai menekuk tim beregu Malaysia di babak semi final. Meski, harapan meraih emas harus pupus setelah dilibas tim Singapura di babak final. Skornya 45-32 untuk Singapura. "Ya, mereka (tim Singapura) memang kuat dan sempet merasa takut duluan. Karena Singapura terkenal jago anggar se-Asia," kata Dinda.


Sejak awal, dara berparas ayu ini mengaku tidak siap mengikuti ajang SEAFF tersebut. Pasalnya sudah sebulan lamanya, Dinda memutuskan vakum dari dunia anggar. Alasannya tidak lain yakni ingin fokus kuliah.


Selebihnya, Dinda juga sedang getol mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampusnya. Tapi, dia terpaksa berangkat ke Kuala Lumpur setelah menerima telepon dari pihak Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI). Katanya, pihak IKASI menanggung seluruh beban biaya transportasi, akomodasi, hingga pendaftaran atlet di ajang SEAFF tersebut.


Padahal, selain biaya, Dinda membutuhkan sesi latihan setidaknya dua bulan penuh. Apalagi, jika harus terlibat dalam ajang internasional. "Sebenarnya pas mau tanding itu, aku nggak siap," kata penggemar bulu tangkis sejak SD itu.


Hanya selang lima hari sejak ditugaskan IKASI hingga hari H pertandingannya, Dinda hanya mempunyai waktu empat hari untuk latihan dan pengecekan senjata saber.


Beruntung, tidak ada kendala selama menjalani pertandingan. Dinda mengaku tidak ada bentuk kecurangan apapun yang menimpanya. Meski, ada salah seorang rekannya sesama atlet asal Indonesia yang sempat dicurangi wasit.


Sekarang, Dinda harus kembali menyibukkan diri dengan urusan perkuliahan. Ditanya soal keinginannya kembali berkecimpung di dunia anggar, Dinda mengaku ingin kembali berkompetisi di event bergengsi selanjutnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore