
HANCUR BERANTAKAN: Mobil ambulans berderet di dalam pabrik mercon/petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang untuk mengevakuasi korban ledakan.
Satu per satu karyawan yang terjebak meloloskan diri dari maut. Sementara itu, beberapa tampak melompat pagar lewat tangga. Proses evakuasi tengah berlangsung saat tiba-tiba terdengar ledakan kedua.
Blaar!
Kepingan batako semburat ke udara. Ledakan kedua menjebol dinding utara pabrik sepanjang kira-kira 5 meter. Padi dan rumput di sawah roboh dan pohon-pohon pun meliuk hangus terkena panas. Api sudah memeluk seluruh pabrik. Armansyah dan kawan-kawan hampir terlempar karena ledakan kedua.
Lukas, penjaga gedung serbaguna yang ditempati Brimob, juga mental karena ledakan. Padahal, baru beberapa menit sebelumnya, dia melayani permintaan foto-foto para anggota Brimob. Kini dia juga turut berjibaku dengan martil di tangan. Lukas masih ingat teriakan Raymond sesaat setelah ledakan kedua. ”Dia teriak kami disuruh tiarap,” tutur Lukas.
Raymond memutuskan penyelamatan tidak bisa lagi dilakukan. Dia memerintah anggotanya yang lain untuk mundur dan menarik para warga yang berhasil lolos keluar dari jangkauan panas. Lukas menceritakan, dirinya dan para anggota Brimob merayap sepanjang sawah bergerak menjauhi pabrik. ”Kami merayap ratusan meter itu, sampai puskesmas sana,” katanya sembari menunjuk.
Raymond tidak punya pilihan lain selain menunggu bantuan datang. Membiarkan si jago merah menari-nari mencabuti nyawa di area pabrik. Hawa panas menyengat sampai radius puluhan meter dari tembok pabrik.
Pikiran Raymond saat itu juga mengirimkan dugaan bahwa ada beberapa genset dan alat mudah terbakar lain yang masih tersisa di dalam pabrik. ”Kalau kita maju terus, itu risiko bagi anggota,” katanya.
Armansyah mengungkapkan, kawan-kawannya melihat korban yang keluar dengan menderita luka bakar. Seorang ibu sempat terlihat keluar dari gerbang depan yang diselimuti api. Sekujur tubuhnya melepuh karena panas. ”Kulit-kulitnya sudah pada berjatuhan, ada pula yang sudah menyatu dengan tubuhnya,” tutur Armansyah.
Beruntung nasib sang ibu. Dia bisa meneruskan langkah berlari menuju seberang jalan tempat para anggota Brimob bersiaga. Para anggota pun meraihnya dan memasukkannya ke ambulans yang segera meraung menuju rumah sakit.
Baru pukul 12 siang api bisa dipadamkan dan para personel Brimob di bawah pimpinan Raymond bisa bernapas lega. ”Sejak pagi memang sudah bau (bubuk mesiu, Red),” ujar Armansyah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
